0 menit baca 0 %

PELATIHAN IKM OLEH MGMP PAI SMA KAB INHU, KASI PAIS H. RAJUKI RIDWAN, MA SAMPAIKAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA

Ringkasan: Indragiri Hulu,(Inmas). Menindaklanjuti surat Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (MGMP PAI-BP) SMA Kabupaten Indragiri Hulu Nomor: 08/MGMP-PAI SMA/IX/2022, Tanggal: 6 September 2022, Hal: Undangan, maka pada hari Selasa 6 September 2022, Kepala Seksi PAIS...

Indragiri Hulu,(Inmas). Menindaklanjuti surat Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (MGMP PAI-BP) SMA Kabupaten Indragiri Hulu Nomor: 08/MGMP-PAI SMA/IX/2022, Tanggal: 6 September 2022, Hal: Undangan, maka pada hari Selasa 6 September 2022, Kepala Seksi PAIS Kankemenag Kab. Inhu H. Rajuki Ridwan, MA sampaikan materi Penguatan Moderasi Beragama kegiatan Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka yang ditaja oleh MGMP PAI SMA Kabupaten Indragiri Hulu, tempat di SMA Swasta PGRI Rengat.
Moderasi beragama sebagai cara pandang, sikap, dan perilaku yang selalu mengambil posisi ditengah-tengah, selalu bertindak adil dan tidak ekstrem dalam beragama. Moderasi beragama kunci terciptanya toleransi dan kerukunan. Dengan melaksanakan moderasi beragama, maka keragaman dapat disikapi dengan bijak, serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. Moderasi beragama bukan berarti memoderasi agama, karena agama dalam dirinya sudah mengandung prinsip moderasi, yaitu keadilan dan keseimbangan. Agama tidak perlu dimoderasi lagi. Namun cara seseorang beragama harus selalu didorong ke jalan tengah, harus senantiasa dimoderasi, karena ia bisa berubah menjadi ekstrem, tidak adil, bahkan berlebih-lebihan, ujar H. Rajuki Ridwan menyampaikan materinya.
Selaku Guru Pendidikan Agama Islam, harus menjadi role model bagi lingkungan maupun masyarakat yang mampu melahirkan sikap, perbuatan, kebijakan maupun  di dalam beribadah yang mendukung praktik beragama yang moderat dan juga melaksanakan sosialisasi diberbagai kesempatan terkait dengan moderasi beragama sekaligus menjadi pelopor moderasi beragama, tambah H. Rajuki.
Implementasi penanaman nilai moderasi beragama kepada peserta didik dengan mengkondisikan suasana kelas dan melakukan pembiasaan yang memungkinkan terbentuknya budaya berfikir moderat dalam beragama serta menyampaikan pesan moral kepada peserta didik, ujar H. Rajuki Ridwan mengakhiri penyampaian materinya.(tulang)