Siak (Inmas) - Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi bersama Kepala Kementrian Agama Kabupaten Siak Muharom dan Unsur Muspida serta Upika Sabak Auh melaksanakan peletakan batu pertama pekerjaan pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) I Siak di Kampung Sabak Permai Kecamatan Sabak Auh, Kamis (9/7/2020).
Dikutip dari DataRiau.com, Bupati Siak Drs H Alfedri MSi menyampaikan bahwa pembangunan lanjutan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) I Siak ini merupakan program bersama Kementrian Agama Kabupaten Siak dalam upaya meningkatkan sarana prasarana pembelajaran sekolah berbasis agama. "Pembangunan MIN I Siak ini merupakan kerjasama antara Pemkab Siak dengan Kementrian Agama Kabupaten Siak dalam meningkatkan sarana, dan prasarana pembelajaran terhadap sekolah berbasis agama," kata Alfedri.
Dikatakan Bupati Siak itu, dapat kita ketahui bersama bahwa minat masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka ke pesantren atau sekolah berbasis agama ini sangat tinggi. "Pembangunan lanjutan ini sekaligus merupakan respon kami (Pemda) Siak dalam mendukung orangtua dalam memberikan pendidikan agama bagi putra putri mereka," jelasnya.
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi juga berharap dengan peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran tentunya juga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah maupun pondok pesantren. "Saya berharap agar pembangunan lanjutan ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga peserta didik memiliki pemahaman agama yang baik," pinta dia. "Selain itu, saya juga berharap kedepan dapat di bangun Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2, 3 maupun seterusnya, sehingga terdapat banyak tempat pembelajaran agama bagi anak anak dari orangtua atau masyarakat," imbuhnya.
Sementara itu Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Siak Muharom pada kegiatan itu mengatakan awal mula dari pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) I Siak ini, bermula dari aspirasi masyarakat. "MIN I Siak pertama di Kabupaten Siak, dan sejarah pembangunan madrasah ini berawal dari aspirasi masyarakat yang bernaung dibawah Yayasan Mantaabah berangkat dari kondisi dimana anak anak saat itu mudah terpengaruh pergaulan bebas, dan kehidupan hedonis," kata Muharom. (Hd)