Kuansing (Inmas) - MTsN 2 Kuantan Singingi gencar memantapkan diri untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Setelah mengadakan bimtek Selasa (16/05/2023), kegiatan itu berlanjut hingga Rabu (17/05/2023). Hari kedua merupakan penguatan serta pemantapan Kurikulum Merdeka dengan narasumber Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau dan Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi.
Kegiatan bimtek hari kedua masih bertempat di ruang laboratorium, Rabu (17/05/2023) untuk sesi satu diisi oleh Kakan Kemenag Kabupaten Kuantan Singingi H. Efrion Efni, S.Pd.,M.Pd., yang didampingi Kasi Penmad H. Burdianto, M.Kom.
Beliau menyampaikan bagaimana seharusnya guru sebagai tenaga pengajar dan pendidik mengarahkan peserta didik sesuai dengan bakat dan kompetensi yang mereka miliki. Hal ini tentu sejalan dengan tuntutan layanan pendidikan yang seharusnya diberikan kepada peserta didik, sesuai dengan yang dimuat dalam Kurikulum Merdeka. Beliau menekankan profesi guru adalah profesi mulia dengan amal kebaikan yang senantiasa akan terus berlanjut selama ilmu yang diajarkan guru kepada peserta didik bermanfaat secara berkelanjutan. Kejujuran dan akhlak mulia juga menjadi karakter yang beliau tekankan untuk dimiliki oleh guru sebagai tenaga pendidik, yang tentunya menjadi contoh dan tuntunan bagi peserta didik agar nantinya Kurikulum Merdeka bisa diimplementasikan dengan semestinya.
Bimtek hari kedua dan sesi kedua dimulai pukul 14.00 WIB s/d 15.30 WIB diisi oleh pemateri handal dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau yakni Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Dr. H. Muliardi ,M.Pd.. Beliau mengusung tema bahwasanya madrasah yang baik adalah madrasah yang jelas visi serta perencanaan output lulusan yang diinginkan dari layanan pendidikan yang diberikan kepada siswa, untuk itu guru sebagai salah satu ujung tombak pelaksana layanan pendidikan ini hendaknya memiliki 4 kompetensi yakni kompetensi Profesional, Pedagodik, Sosial dan Pribadi. Guru agar maksimal dalam menerapkan kurikulum, dalam hal ini Kurikulum Merdeka harus mempunyai pribadi yang baik, profesional dalam bertugas. Guru juga meski memiliki kemampuan pedagogik yang baik serta memiliki kepekaan sosial untuk memahami dan mengerti situasi serta kondisi peserta didik. Beliau berharap setelah bimtek ini, tenaga pendidik MTsN 2 Kuantan Singingi nantinya benar-benar menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan tidak lagi mengajar dengan cara konvensional.
Sesi terakhir bimtek ditutup oleh wejangan singkat dari Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi H. Burdianto, M.Kom., beliau mengajak untuk bersinergi memajukan madrasah melalui penerapan Kurikulum Merdeka, dalam hal ini MTsN 2 Kuantan Singingi agar menghasilkan peserta didik unggul yang bisa berkompetisi, baik secara akademik seperti di ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM), maupun non akademik. Madrasah juga hendaknya menghasilkan lulusan yang bisa bersaing untuk menjadi peserta didik di sekolah ataupun madrasah lanjutan favorit.
"Jika bimtek hari pertama banyak membahas hal teknis, bimtek hari kedua lebih kepada memantapkan guru secara pribadi untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Agar guru sebagai tenaga pendidik menyadari, bukan hanya komptensi akademik, non akademik serta karakter siswa yang diasah dalam penerapan Kurikulum, tapi guru seyogyanya juga harus memiliki karakter yang baik, profesional, dan memiliki kompetensi pedagogik yang baik agar implementasi Kurikulum Merdeka bisa menghasilkan output yang diinginkan yakni peserta didik yang cerdas secara akademik dan emosional serta berkarakter pelajar Pancasila yang rahmatan lil'alamin." ( Nova )