Indragiri Hulu, (Inmas). Dalam rangka pembentukan karakter sejak usia dini serta sebagai wujud/bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi kaum lansia/dhuafa, maka pada hari Jum’at 22 September 2023, Raudhatul Athfal (RA) Assyifa, alamat Desa Perkebunan Sungai Lala, Kecamatan Sungai Lala gelar Jum’at Berbagi Berkah Berupa Paket Sembako Tahap 3 terhadap para lansia/dhuafa dengan mengikutsertakan beberapa orang anak didik secara bergiliran.
Kepada Inmas Kankemenag Kab. Inhu disampaikan Sugianti, S.Pd.I selaku kepala RA. Assyifa bahwasanya melibatkan peserta didik secara langsung pada kegiatan tersebut dalam rangka praktik berbagi terhadap sesama sekaligus memberikan kesan yang indah maupun kenangan yang membahagiakan dihati anak-anak ketika mereka berbagi terhadap sesama sehingga ketika mereka dewasa/di masa depan tetap senang/ikhlas dan bahagia untuk berbagi kepada sesama bagi yang membutuhkan, sekaligus pembentukan karakter maupun akhlak yang mulia, ujar Sugianti.
Terimakasih kami ucapkan kepada ayah bunda pangeran dan bidadari RA Assyifa maupun pihak-pihak lainnya atas dukungannya yang dengan sukarela/ikhlas menyisihkan sebahagian rezekinya untuk kegiatan Jum’at Berbagi Berkah sehingga terus dapat dilaksanakan, tambah Sugianti.
Raudhatul Athfal (RA) setara dengan atau Taman Kanak-Kanak (TK)
adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan dengan kekhasan agama Islam bagi anak berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 6 (enam), di bawah nauangan Kementerian Agama Republik Indonesia, pada Pendidikan Madrasah.
Memberikan pendidikan yang baik untuk pembentukan karakter anak usia dini, salah satunya melalui lembaga pendidikan Raudhatul Athfal.
Belajar di RA memberi manfaat positif untuk si buah hati, yakni memupuk rasa cinta dan kasihnya pada agama sejak kecil. Apabila anak sudah diajari tentang kecintaan kepada agama yang dianutnya, dalam hal ini agama Islam, maka kelak saat besar, anak-anak akan tetap berpegang teguh pada hal-hal yang diajarkan, sehingga dalam perjalanan kehidupannya Insya Allah terhindar dari kenalan remaja, maupun hal-hal negative lainnya.
Belajar di RA juga membantu memberi wawasan kepada anak bahwa hidup ini harus seimbang. Anak tidak cukup hanya belajar agama saja, tapi harus belajar pendidikan umum lainnya. (Pada RA dilaksanakan juga pembelajaran pendidikan umum).Dengan belajar menyeimbangkan pendidikan agama Islam dan pendidikan umum sejak dini, maka kelak anak juga akan berhasil menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhiratnya.
Kurikulum pada RA membentuk karakter anak yang menjunjung tinggi moral yang mulia, seperti sifat bertanggung jawab, jujur, ataupun sesuai dengan sifat keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Pada kurikulum RA ada enam aspek mendasar yang diterapkan, pertama, aspek perilaku beragama. Anak diajarkan pemahaman tentang aqidah islam, berakhlak karimah, berperilaku sesuai dengan syariat islam, bermuamalah, serta mengenal sejarah dan kebudayaan Islam. Kedua, aspek fisik motorik. Ketiga, aspek kognitif, anak harus diajarkan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari
dengan cara yang fleksibel. Kelima, aspek sosial, emosional, dan Keenam adalah aspek seni. Siswa harus difasilitasi mengeksplorasi diri, berimajinasi dengan gerakan, musik, drama, dan beragam bidang seni lainnya (seni lukis, seni rupa, kerajinan), serta mampu mengapresiasi karya seni, dan hal yang penting adalah para anak didik juga sudah mulai diajari sesuai kemampuan mereka untuk menjadi muslim sejati seperti berdo’a sebelum masuk kelas, hafalan do’a harian, hafalan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, dan lainnya yang terkait dengan agama Islam.(tulang)