Riau - Bertempat di Aula Kantor Kemenag Kampar, sebanyak 22 orang Penyuluh Agama Kristen Non PNS Kab. Kampar mengikuti pembinaan yang ditaja penyelenggara Kristen Kab. Kampar. Kegiatan Pembinaan dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Kab. Kampar H. Ahmad Fuadi, M.AB yang didampingi oleh Penyelenggara Kristen Minton Sitorus, S.PAK dan staf. Turut menghadiri acara tersebut Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Riau sebagai narasumber dan beberapa staf Bimas Kristen yang hadir.
Dalam sesi penyampaian materi pembinaan, Pembimas Kristen Armin Antoni Silaban, S.Th, M.IP menyampaikan peranan penyuluh Agama Kristen untuk penguatan moderasi beragama harus dapat mewujudkan kerukunan umat beragama.
"Menteri Agama RI telah mencanangkan tahun 2023 sebagai tahun Kerukunan Umat Beragama, nah sebagai penyuluh diminta untuk mensukseskan program tersebut. Penyuluh harus hadir diruang - ruang publik melakukan kampanye kerukunan secara masif baik melalui media online mau pun melalui media offline seperti ceramah agama".
Lebih lanjut AAS panggilan pembimas Kristen ini menya.paikan bahwa Menteri Agama telah menetapkan beberapa program Prioritas Kementerian Agama, dimana 2 diantaranya adalah Penguatan Moderasi beragama dan Transformasi Digital. Penyuluh merupakan garda terdepan untuk mensukseskan program prioritas Kementerian Agama tersebut, maka publikasi layanan penyuluh harus terus ditingkatkan. Penyuluh juga harus melek teknologi, penyuluh tidak boleh ketinggalan informasi. Penyuluh juga harus bisa memilah informasi yang didapat agar tidak terjebak kedalam penyebaran berita hoaks".
Dalam hal Program Penguatan Moderasi Beragama, saya juga menegaskan peranan penyuluh Agama Kristen dalam pelayanan di tengah-tengah umat sangat penting dan strategis "Penyuluh Agama Kristen harus bisa menjadi pelopor moderasi beragama dalam semangat berpelayanan. Saya mendorong kawan2 semua agar bisa memaknai bahwa tugas dan fungsi sebagai penyuluh adalah suatu pelayanan, sehingga kita terpanggil untuk melayani bukan dilayani. Kita harus bergerak cepat dengan layanan kita oleh karenanya kita harus mampu menjadi Penyuluh yang militan, yang punya gairah/semangat kerja yang tinggi dan menjadi pelayan yang berAKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Akomodatif dan Kolaboratif) " ujar alumnus IAKN Tarutung ini.