Tembilahan (Inmas) - Bertempat di Hotel Arista Tembilahan, Rabu 23 Agustus 2023, digelar Kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Umat Buddha di Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan dengan mengusung motto "Kita Perkokoh Persatuan dan kesatuan Bangsa" ini ditaja oleh Bimas Buddha Kanwil Kemenag Riau, dengan mengundang tokoh FKUB Kab. Indragiri Hilir, Ratno, Kesbangpol Pemda Kab. Inhil, dan peserta dari perwakilan Instansi serta guru Agama Buddha di Kabupaten Indragiri Hilir.
Kegiatan dibuka dengan pembacaan do'a yang di pimpin oleh Retno, S.Ag dari perwakilan FKUB. Dilanjutkan oleh laporan Ketua Panitia, Tarjoko, S.Pd. MM yang menjabat sebagai Pebimas Buddha Kanwil Provinsi Riau. Dalam Laporannya, Tarjoko menekankan pentingnya masyarakat, terutama anak muda umat Buddha untuk mengingat sejarah Founding Father yang berjuang dalam upaya menegakkan bendera merah putih sebagai tanda kemerdekaan indonesia. Tarjoko menyampaikan bahwa Indonesia dapat kuat dan solid, karena menjadikan Pancasila sebagai landasan ideologi pemersatu berbagai ragam masyarakat, etnis, suku, bahasa, dan agama. Tarjoko juga menyampaikan kerelaan para petinggi bangsa saat meramu ideologi melalu Piagam Jakarta yang berfikir jauh kedepan dalam menyusun draft Pancasila secara sempurna dan dapat diterima oleh seluruh kalangan masyarakat di Indonesia.
Kegiatan dilanjutkan oleh pembukaan acara secara resmi oleh Kakankemenag Indragiri Hilir, H. Harun, S.Ag, M.Pd, dilanjutkan dengan penyampaian materi singkat mengenai Pentingnya Pemantaban Ideologi Pancasila. Beliau menyampaikan pancasila sebagai suatu pandangan hidup atau sistem nilai dasar yang menjadi landasan bagi seluruh bangsa indonesia. Pancasila sebagai idiologi negara telah teruji karena lahir dari kesepakatan bersama antar kelompok beragama. lahirnya Pancasila tidak hanya melibatkan tokoh dari kalangan satu agama, melainkan tokoh-tokoh agama lain dan kelompok nasionalis.
Harun juga menyampaikan, sebagai upaya mensinergikan nilai-nilai pancasila dengan ajaran agama, Kementerian Agama RI merumuskan sebuah gagasan yang disebut Moderasi Beragama. Moderasi beragama sesungguhnya merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. *** (Hendra/Utar)