Meranti (Inmas) - Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Melalui Penyelenggara Buddha melaksanakan Kegiatan Pembinaan ideologi Pancasila bagi umat Buddha dengan tema Tingkatkan Jiwa Nasionalisme dan Semangat Persatuan Bangsa yang dilaksanakan di Aula Lantai 2 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti. Rabu (29/03)
Kegiatan di mulai dengan menyanyikan lagu indonesia raya, dilanjutkan laporan ketua panitia yang di sampaikan oleh penyelenggara budha Metawati, S.Ag yang mana beliau menjelaskan jumlah peserta yang hadir 30 orang dari berbagai desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti, meliputi tokoh Agama Budha, Pengurus Yayasan Budha dan Penyuluh Agama Budha. Terangnya
Kemudian sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama melalui Plh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti H. Jasmail, S.Ag yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pancasila merupakan dasar negara, ideologi negara, falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjadi pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. “Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Tahun 2020-2024, salah satu program strategi Kementerian Agama adalah tentang moderasi beragama yang merupakan manifestasi dari pengalaman nilai-nilai Pancasila.” ujarnya.
Moderasi beragama, lanjut Jasmail adalah cara pandang, sikap dan praktek beragama dalam kehidupan bersama dengan cara melaksanakan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan yang berlandaskan pada prinsip adil, berimbang dan mentaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa. “Moderasi beragama sesungguhnya merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan, baik ditingkat lokal, nasional maupun global.” tuturnya
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan materi yang di paparkan oleh narasumber dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kepulauan Meranti Wan Zulkifli, SH, M.Si. dalam paparannya Zulkifli menjelaskan walaupun berbeda tetap satu tujuan agar tercipta kedamaian, saling menghormati, saling menghargai, tidak memaksakan kehendak terhadap orang lain, dan menanamkan toleransi antar umat beragama. Tutupnya (Inmas)