0 menit baca 0 %

PENCAPAIAN PRESTASI SANTRI PONPES KHAIRUL UMMAH DIAJANG MQK VII PROVINSI RIAU TAHUN 2023

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Salah satu kekhasan pesntren yang tidak dimiliki oleh entitas pendidikan lainnya adalah tradisi keilmuannya yang kuat dan mengakar dari generasi ke generasi. Tradisi keilmuan tersebut berupa pengajaran kitab kuning (turats) yang telah lama ada dan hingga kini bertahan di pes...

Indragiri Hulu, (Inmas). Salah satu kekhasan pesntren yang tidak dimiliki oleh entitas pendidikan lainnya adalah tradisi keilmuannya yang kuat dan mengakar dari generasi ke generasi. Tradisi keilmuan tersebut berupa pengajaran kitab kuning (turats) yang telah lama ada dan hingga kini bertahan di pesantren.
Pengajaran kitab kuning di pesantren merupakan maintenance of islamic knowledge and conservation of islamic legacies, melestarikan warisan pengetahuan keislaman yang diperoleh secara turun temurun dari generasi salaf al-shalih. Melalui tradisi pembacaan dan pengkajian kitab kuning, doktrin-doktrin dalam kitab kuning yang bersumber dan merujuk Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber utama, menjadi ruh dan jiwa yang menggerakkan dan mengarahkan kehidupan pesantren.
Tradisi keilmuan berbasis kitab kuning dapat menjamin adanya pembelajaran yang berurutan, berjenjang, dan tuntas pada semua bidang ilmu (fan), semisal Nahwu, Fikih, Ushul Fiqih dan sterusnya sesuai dengan tingkatan marhalahnya.
Pembelajaran kitab kuning menjamin keilmuan Islam itu bersanad, memeiliki mata rantai yang jelas dan bersambung hingga Rasulullah SAW. Termasuk memiliki klasifikasi bahkan afiliasi yang jelas. Mempelajari kitab kuning juga mengakomodasi berbagai ragam pola pembelajaran yang terlembagakan, seperti sorogan, bandongan, musyawarah, bahtsul masail, dan lain sebagainya.
Bahwa untuk memotivasi dan meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam yang bersumber dari kitab kuning sebagai bagian dari proses kaderisasi ulama dan tokoh masyarakat di masa depan, serta terjalinnya silaturahim antar pesantren seluruh Indonesia untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan, maka perlu diselenggarakan Musabaqah Qira’atil Kutub Tingkat Nasional Tahun 2023.
MQK Tahun 2023 mengusung tema “Rekontekstualisasi  Turats Untuk Peradaban dan Kerukunan”. Pelaksanaan MQK Tingkat Nasional dimulai dari Tahapan Seleksi Tingkat Kab/Kota dan Provinsi.
Bidang lomba MQK terdiri dari: 1. Marhalah, Majelis dan Kitab; 2. Debat Bahasa Arab/Inggris; 3. Bahtsul Kutub; 4.Debat Qanun; dan 5. Lalaran Nadhom.
Ahad 25 Juni 2023, pelaksanaan MQK VII Tingkat Provinsi Riau Tahun 2023, tempat di Ponpes Al-Munawwaroh Pekanbaru.
Santri Ponpes Khairul Ummah, alamat Desa Batu Gajah, Kec. Pasir Penyu meraih berbagai prestasi, di antaranya:
1. Juara 1 Debat Bahasa Inggris Putra, atas nama: M. Satria Habibi; M. Nurdin; dan Hafiz Banin.
2. Juara 1 Debat Bahasa Arab Putri, atas nama: Suci Nur Hidayah, Ghiza An Najwal Khairi dan Nurul Afnizar.
3. Juara 2 Akhlak Putri Ula (Kitab Wasoya) atas nama Syifa Khumaira.
4. Juara 3 Lalaran Ulya Nadhom Alfiyah atas nama Imam As Shidiq, Hafidz Dwi, Rehan Ramadhani, Teguh Maulana Muhammad dan Afdal Rianto.
Bagi sang juara 1 selanjutnya mewakili Provinsi Riau pada MQK VII Nasional di Pesantren Sunan Drajat Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur pada Juli 2023.
Selamat dan sukses atas pencapaian santri Ponpes Khairul Ummah. Semoga dengan persiapan yang lebih matang dan diiringi dengan doa kelak meraih yang terbaik di tingkat nasional, demikian disampaikan Plh. Kasi PD. Pontren Kankemenag Kab. Inhu H. Rajuki Ridwan, S.Ag., MA (merupakan Kasi PAIS Kankemenag Kab. Inhu) yang ikut mendampingi kontingen Kab. Inhu bersama Ka.Subbag Tata Usaha Kankemenag Kab. Inhu Ehirdamri, S.Ag dalam acara pembukaan pada Sabtu 24 Juni 2023, dimana kegiatan secara resmi dibuka oleh Gubri Drs. H. Syamsuar, M.Si.(tulang)