Duri-(Inmas)-Menyambut Tahun Ajaran Baru 2022/2023, seluruh satuan pendidikan di madrasah khususnya Kabupaten Bengkalis menyelenggarakan Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka pada Jum'at, 26 Agustus 2022 yang bertempat di Aula Pertemuan IKHD Pondok Pesantren Modern (PPM) AL- JAUHAR - DURI.
Acara ini dibuka oleh Baharudin, M.Pd Pengawas MTs/MA hadir juga Asmawati, M.Pd, Pujiono, MA, Syamsuddin, S.Pd selaku Pengawas RA,MI,MTs dan MA Kabupaten Bengkalis dan dihadiri sekitar 80 Kepala Madrasah dan Guru baik dari tingkat RA,MI,MTS dan MA.
Hadir sebagai narasumber, Yeni Nopianti, S.Pd yakni Pengawas Madrasah yang siap untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Dikatakannya, Kurikulum Merdeka muncul sebagai bentuk jawaban terhadap permasalahan pembelajaran yang disebabkan diantaranya karena pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan kondisi ini menyebabkan kemajuan belajar yang berkurang secara signifikan (learning loss).
Menurut Yeni Learning loss (ketertinggalan pembelajaran) diharapkan mampu diselesaikan dengan penyederhanaan kurikulum melalui Implementasi Kurikulum Merdeka. Ia menjelaskan, ada beberapa perubahan siginifikan dalam Kurikulum Merdeka antara lain adanya Proyek Profil Pelajar Pancasila dan tidak adanya KKM. Selain itu, ada juga perubahan pada Kompetensi Dasar yang berubah menjadi Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang dulu disebut dengan RPP.
“ Dalam kurikulum merdeka, Perangkat Ajar hanya meliputi Silabus dan Modul Ajar” Kata yeni. “Pelajaran Prakarya yang sebelumnya dipisah dengan pelajaran seni, menjadi satu sesuai dengan pilihan peserta didik dan sumber daya yang tersedia di sekolah. Sedangkan keunggulan dari Kurikulum Merdeka diantaranya adalah sederhana dan mendalam, lebih merdeka dan lebih relevan dan interaktif dan inovatif “ jelas yeni panjang lebar.
Yeni juga berharap semua pihak instansi baik itu RA,MI,MTs dan MA bisa bersinergi untuk mensukseskan Implementasi Kurikulum Merdeka di tempat kerjanya masing masing “ karena tanggung jawab Kurikulum Merdeka tidak hanya tanggung jawab wali kelas tapi tanggung jawab semua guru dan kelompok musyawarah guru/MGMP “ tandas Yeni
Sementara itu, Kepala Madrasah (Kamad) Tsanawiyah Al- Muhajirin Rudiansyah, S.Pd.I,.MM menuturkan bahwak kita sudah mengalami perubahan kurikulum sebanyak 11 kali dan diharapkan madrasah bisa melaksanakan kurikulum sekolah sesuai dengan perkembangan zaman. “Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Yeni karena sudah mau berbagi ilmu tentang Kurikulum Merdeka, semoga dengan adanya sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka, minimal guru sudah sedikit mengenal apa itu Kurikulum Merdeka, sehingga harapannya bisa untuk persiapan apabila madrasah menggunakan Kurikulum Merdeka” jelas Rudiansyah dan dilajutkan dengan beberapa pertanyaan dari beliau kepada ibu Yeni.
Diujung acara, Pengawas Madrasah Kabupaten Bengkalis mengatakan bahwa kurikulum itu mesti dipelajari dan harus tau isinya. Selain itu ia juga berpesan untuk guru di Kementerian Agama diharapkan bisa bekerja dengan ikhlas, tuntas dan cerdas.
Kegiatan ini ditutup oleh ibu Asni selaku Kepala MTs N 4 Bengkalis dengan banyak pantun dan dilanjut dengan Verifikasi berkas guru sertifikasi yang hadir dalam kesempatan itu.