0 menit baca 0 %

PENGEMBANGAN DAKWAH, KASI PD. PONTREN H SYAHRIL, S.Ag., MH SELAKU PEMATERI PEMBINAAN KADER DAI PONPES ASY-SYAAKIRIIN SUNGAI LALA

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Menindaklanjuti surat Pimpinan Ponpes Asy-Syaakiriin tanggal: 16 Oktober 2023, nomor: 031/PP-ASY/X/2023, hal: undangan pemateri, maka pada hari Selasa 17 Oktober 2023, Kasi PD. Pontren (Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren) Kankemenag Kab.

Indragiri Hulu, (Inmas). Menindaklanjuti surat Pimpinan Ponpes Asy-Syaakiriin tanggal: 16 Oktober 2023, nomor: 031/PP-ASY/X/2023, hal: undangan pemateri, maka pada hari Selasa 17 Oktober 2023, Kasi PD. Pontren (Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren) Kankemenag Kab. Inhu H. Syahril, S.Ag., M.H memberikan materi Pembinaan Kader Da’i Pondok Pesantren di Pondok Pesantren Asy-Syaakiriin, alamat Desa Sungai Lala, Kecamatan Sungai Lala.

Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang berperan dalam pengembangan dakwah. Pondok Pesantren selalu menempa dan mencetak kader-kader dai dan tenaga-tenaga mubaligh yang siap untuk terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat, guna memikul tugas panggilan dakwah Islamiyah. Salah satu faktor utama bagi indikator perkembangan agama Islam pada masa depan ialah umat Islam menaruh harapan besar kepada pondok pesantren bagi kelangsungan dakwah Islamiyah, ujar Kasi PD. Pontren H. Syahril dalam meterinya.

Da’i atau juru dakwah menjadi unsur utama dalam kegiatan dakwah, karena tanpa mereka, maka kegiatan dakwah tidak akan bisa berjalan dengan baik. Dalam ajaran Islam, menjadi seorang muslim, maka secara langsung sudah menjadi seorang da’i dalam arti yang luas, di mana secara umum tugas da’i itu adalah mengajak orang lain kepada jalan yang diridhai oleh Allah SWT serta mencegah manusia dari perbuatan yang tidak baik. Yang dimaksud dengan da’i secara luas adalah bahwa semua umat Islam, apapun latar belakang keilmuwan dan profesinya berkewajiban menjalankan dakwah, sedangkan da’i dalam pengertian yang lebih khusus adalah mereka-mereka yang memiliki latar belakang keilmuwan agama yang luas serta mewakafkan dirinya untuk kegiatan dakwah. Menjadi seorang dai & dai’ah harus memiliki iman dan taqwa kepada Allah SWT, tulus ikhlas dan tidak mementingkan keinginan pribadi, ramah dan penuh pengertian, tawadlu (rendah diri, sederhana dan jujur serta memiliki jiwa toleran, tambah H. Syahril menutup materinya.(tulang)