0 menit baca 0 %

Penguatan Moderasi Beragama bagi Penyuluh Agama Islam

Ringkasan: Meranti (Inmas) - Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, melalui Bimas Islam menggelar penguatan moderasi beragama bagi penyuluh agama islam, Kakankemenag Drs H Sulman ketika membuka Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama Bagi Penyuluh Agama Islam se Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2023.

Meranti (Inmas) - Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, melalui Bimas Islam menggelar penguatan moderasi beragama bagi penyuluh agama islam, Kakankemenag Drs H Sulman ketika membuka Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama Bagi Penyuluh Agama Islam se Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2023. Sabtu (15/7)

Dalam arahannya Kepala Kemenag Kepulauan Meranti Drs H Sulman “Salah satu program prioritas Menteri Agama itu adalah Penguatan Moderasi Beragama, Penguatan Moderasi beragama adalah pilihan dari kondisi yang sedang kita hadapi ada dua hal, Pertama yaitu semangat keagamaan yang tumbuh sedemikian masif, Ke dua semangat Toleransi, karena toleransi sebagai perwujudan kerukunan dan persatuan dalam keberagaman”. ucap Sulman

Dalam moderasi beragama adalah untuk mengendalikan agar dengan moderasi beragama dapat kita ambil spiritnya karena ada pada agama dan itu ada pada tradisi kita, Kementerian Agama punya visi untuk menjadikan masyarakat yang paham tentang agama dan menjalankan agama sesuai dengan keyakinannya masing-masing.

“Moderat adalah merupakan bangunan dan yang mempunyai akar yang kuat dan menumbuhkan empat dahan yang pertama yaitu komitmen Kebangsaan, yang kedua Toleransi. Yang ke tiga anti kekerasan dan yang ke empat adalah Kerukunan dan buahnya disebut harmoni”. lanjutnya

Kemudian kegiatan dilanjutkan paparan materi yang disampaikan oleh narasumber yakni Kepala Bidang Penaizawa Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Drs H Syafwan yang mana beliau menjelaskan Tujuan diadakan kegiatan ini untuk memberikan wawasan kebangsaan dan moderasi beragama bagi Penyuluh Agama Islam terutama menghadapi zaman digitalisasi dan bagaiman menciptakan masyarakat yang harmonis ditengah masyarakat yang heterogen serta meningkatkan nilai-nilai moderasi beragama.

“Tujuan sosialisasi ini untuk meningkatkan pengetahuan penyuluh agama Islam tentang moderasi beragama dan wawasan nusantara yang komprehensif. Sehingga, para penyuluh dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan utuh, benar dan damai,” kata Drs H Syafwan

Para Penyuluh Agama Islam juga diharapkan dapat menjadi tauladan dalam cara pandang, sikap dan praktek agama yang moderat. Tutupnya (Inmas)