0 menit baca 0 %

PENJARINGAN KESEHATAN ANAK SEKOLAH, UPTD PUSKESMAS SIPAYUNG KEGIATAN PENEMUAN AKTIF KASUS FRAMBUSIA PESERTA DIDIK MIN 1 INHU

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat...

Indragiri Hulu, (Inmas). Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah adalah salah satu bentuk dari pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mendeteksi dini siswa yang memiliki masalah kesehatan agar segera mendapatkan penanganan sedini mungkin serta tersedianya data atau informasi untuk menilai perkembangan kesehatan peserta didik.
Berdasarkan surat Kepala UPTD Puskesmas Sipayung, Kecamatan Rengat, Nomor: 441/PKM.SPYG/739, Tanggal: 02 Mei 2023, Hal: Pemberitahuan, maka Tim UPTD Puskesmas Sipayung pada hari Rabu 24 Mei 2023 melaksanakan kegiatan Penemuan Aktif Kasus Frambusia terhadap peserta didik MIN 1 Inhu.
Turut hadir mendampingi kegiatan tersebut, kepala MIN 1 Inhu, Yeni Suryani Samaun, M.Pd.
Sebagaimana yang disampaikan oleh salah seorang tim tersebut, Frambusia adalah penyakit kulit yang menular, menahun dan kambuhan. Penyebabnya bakteri Treponema perteu. Penyakit ini dapat tumbuh dan berkembang biak di daerah yang tropis, panas dan hujan. Faktor penting yang mempengaruhi perkembangbiakan penyakit ini adalah faktor kebersihan lingkungan. Selain itu penyebab lain seseorang terkena penyakit frambusia antara lain faktor usia (biasanya umur <15>Gejala awal apabila seseorang terkena penyakit ini adalah munculnya benjolan kulit yang tidak sakit dengan permukaan basah tanpa nanah, gejala ini bisa hilang sendiri tanpa meninggalkan bekas. Sedangkan gejala lanjut dari penyakit ini dapat mengenai telapak tangan, telapak kaki, sendi dan tulang sehingga dapat menyebabkan kecacatan.
Untuk mencegah penyakit frambusia maka dilakukan screening penyakit frambusia kepada peserta didik PAUD, TK, SD/MI. Peserta didik yang mempunyai gejala seperti penyakit frambusia di ambil sampel darahnya dan dilakukan pemeriksaan.
Alhamdulillah, dari hasil kegiatan yang dilakukan terhadap peserta didik MIN 1 Inhu hasilnya negatif, ujar petugas tersebut.
Diakhir kegiatan tim berpesan kepada seluruh peserta didik dan guru agar lebih aktif lagi untuk melakukan pencegahan penyakit frambusia dengan cara : 1. Menjaga kebersihan diri dengan mandi pakai sabun setiap hari. 2. Cuci pakaian setiap hari dan tidak bergantian dengan pakaian bekas penderita. 3. Hindari kontak langsung dengan luka penderita. 4. Segera obati jika ditemukan penderita. 5. Semua orang yang pernah kontak dengan penderita tidak boleh terlewatkan untuk mendapatkan pengobatan.(tulang)