0 menit baca 0 %

Penyelenggara Buddha Kemenag Bengkalis Gandeng Danramil Beri Pembinaan Ideologi Pancasila Umat Buddha Di Mandau

Ringkasan: Bengkalis - Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama (Kemeng) Kabupaten Bengkalis menggandeng Komandan Rayon Militer (Danramil) 03 Mandau untuk melakukan Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Umat Buddha di Kecamatan Mandau.  Penyelenggara Buddha Kemenag Bengkalis Dito mengatakan, pentingnya pem...

Bengkalis - Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama (Kemeng) Kabupaten Bengkalis menggandeng Komandan Rayon Militer (Danramil) 03 Mandau untuk melakukan Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Umat Buddha di Kecamatan Mandau. 

 

Penyelenggara Buddha Kemenag Bengkalis Dito mengatakan, pentingnya pembentukan karakter individu dengan mengembangkan nilai-nilai pancasila. Terwujudnya generasi yang berkualitas dalam berpikir dan bertindak. 

 

“Pembinaan ini dilakukan sebagai sarana agar kita dapat meresapi dan menambah wawasan terkait nilai-nilai Pancasila. Terutama untuk anak usia dini sangat perlu, sebagai bekal agar dapat berpikir dan bertindak dengan berpedoman pada Pancasila,” ungkap Dito di Vihara Pubbarama Duri, Mandau, Bengkalis, Riau, Minggu (26/03/2023).

 

Danramil 03 Mandau Kapten Arh. Jemirianto menghimbau kepada peserta yang hadir agar tidak mudah dihasut dan diprovokasi oleh pihak manapun karena suatu perbedaan serta waspada akan tindak anarkis, intoleran, dan sejenisnya di lingkungan intra dan antar umat agar negara semakin maju.

 

“Negara ini multi etnis dan agama, jangan dipertentangkan. Jadikan semua perbedaan menjadi sebuah persatuan,” ujar Kapten Arh. Jemirianto.

 

Kapten Arh. Jemirianto juga menegaskan, Pancasila tidak bisa dirubah dan jika seseorang mencoba merubah dasar negara Indonesia tersebut, berarti ikut merubah tatanan hidup bernegara.

 

“Pancasila tidak bisa dirubah. Jika kita merubah, berarti merubah tatanan hidup bernegara kita dan apa yang perlu disiapkan untuk anak cucu adalah dengan berikan pelajaran yang baik, cinta kepada negara,” tuturnya.

 

Dito memaparkan ada 30 peserta yang terlibat dan masing-masing peserta mewakili dari Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), Wanita Buddhis Indonesia (WBI), dan Guru Sekolah Minggu Buddha (SMB) di Mandau.  

 

“Pembiayaan selama kegiatan ini berlangsung dibebankan pada Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha anggaran tahun 2023,” ujar Dito. (DTVJ)