Kuansing ( Kemenag ) 27 Agustus 2025 Upaya meningkatkan pemahaman dan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur an terus dilakukan oleh Kementerian Agama melalui para Penyuluh Agama Islam. Pada hari Rabu, 27 Agustus 2025, Penyuluh Agama Islam Kembali Melaksanakan kegiatan Buta Aksara Al Quran di SMK Negeri 1 Sentajo Raya.
Kegiatan ini di laksanakan oleh Sapri Marlian, S.Sy, Jusniwati, S.Ag, Perlindungan, S.Pd.I, dan M. Isam, S.Pd.I. Mereka secara terus memberikan pembinaan kepada para siswa-siswi agar mampu membaca Al-Qur an dengan baik dan benar, sekaligus menanamkan nilai-nilai religius di lingkungan sekolah.
Sapri Marlian, S.Sy menyampaikan bahwa pemberantasan buta aksara Al-Qur an merupakan bagian dari ikhtiar menjaga generasi muda agar tidak jauh dari tuntunan agama. Membaca Al-Qur an adalah pintu masuk memahami ajaran Islam. Jika generasi muda kita bisa membaca Al-Qur an, maka mereka akan lebih mudah memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, ujarnya.
Sementara itu, Jusniwati, S.Ag menambahkan pentingnya dukungan orang tua dan guru agar program ini tidak hanya berhenti di sekolah, tetapi juga dilanjutkan di rumah masing-masing. Membaca Al-Qur an bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sumber ketenangan jiwa, ungkapnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa dan guru. Kepala sekolah SMK Negeri 1 Sentajo Raya turut mengapresiasi langkah para Penyuluh Agama Islam yang hadir membimbing siswa secara langsung. Ia berharap kegiatan serupa dapat berkelanjutan sehingga seluruh siswa terbebas dari buta aksara Al-Qur an.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan generasi muda di Sentajo Raya semakin dekat dengan Al-Qur an serta mampu menjadikan kitab suci tersebut sebagai pedoman hidup dalam menghadapi tantangan zaman. (Sapri Marlian)