MANDAU (Inmas) - Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandau Tengku Ade Alamsyah memberikan Kajian Moderasi Beragama di Majelis Taklim TASTAFI di Komplek Ponpes & Panti Al Huda Kecamatan Mandau. Sabtu, 16 September 2023.
Dalam kajiannya Ustadz Tengku Ade Alamsyah menjelaskan bahwa “Dalam konteks kehidupan di Indonesia, bersikap moderat adalah mampu menempatkan diri pada situasi perbedaan dan keberagaman yang sudah menjadi sunnatullah. Kita tahu bahwa Indonesia adalah negara yang dianugerahi kebinekaan suku, budaya, bahasa, termasuk agama. Jika kita tidak moderat dalam bersikap, maka perbedaan yang ada akan saling berbenturan sehingga rawan terjadi konflik dan perpecahan”.
“Oleh karenanya, para pendiri bangsa telah dengan bijak merumuskan ideologi yang sangat tepat dalam menaungi kebinekaan ini dengan ideologi Pancasila yang dibingkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bersikap moderat atau dengan istilah mudahnya adalah bersikap santai, biasa-biasa saja ini sebenarnya sudah dicontohkan oleh ulama nusantara yang dengan bijak mampu berdakwah dengan menggunakan infrastruktur budaya”. Sambung Tengku
“Para ulama bisa menanamkan prinsip yang memadukan beragama, berbudaya, dan berbangsa dalam satu tarikan napas. Namun seiring dengan adanya revolusi teknologi, di mana informasi bisa diakses oleh siapapun, di manapun, dan kapan pun, paham keagamaan radikal ekstremis juga bermunculan seperti jamur di musim hujan. Paham keagamaan transnasional dari luar negeri yang awalnya tidak dikenal di Indonesia, masuk mempengaruhi paham keagamaan yang moderat di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi . Termasuk, mereka melakukan propaganda untuk mengganti ideologi Pancasila dan NKRI dengan sistem yang menafikan perbedaan dan keragaman seperti sistem khilafah dan sejenisnya”. Jelas Tengku
“Beragama secara moderat menjadi kunci kemaslahatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Diperlukan upaya dan usaha untuk menjadikan diri kita sosok yang moderat. Di antaranya adalah dengan terus menambah pengetahuan yakni terus belajar dan memahami esensi dari beragama dengan melihat situasi dan kondisi masyarakat. Dengan memahami ajaran agama dan bersikap fleksibel dalam kehidupan di masyarakat, seseorang akan bisa menyikapi perbedaan-perbedaan yang ada di masyarakat. Dengan sikap ini, niscaya tidak akan ada yang merasa paling pintar dan paling benar sendiri serta gampang menyalahkan orang lain”. Tengku Lanjut Menegaskan
Dalam beragama, kita juga harus mengganti emosi keagamaan dengan cinta keagamaan. Emosi dan terlalu semangat dalam beragama tanpa dilandasi dengan pengetahuan ilmu yang memadai, malah akan menjadikan seseorang bisa melanggar tuntunan agamanya sendiri. Selain itu, kita harus selalu berhati-hati dengan godaan setan yang selalu mengganggu niatan ibadah dengan memasukkan unsur riya’, sombong, dan paling saleh sendiri dalam hati kita. Oleh karenanya, mari kita kuatkan niat beribadah bukan karena motif dan misi lain terlebih misi yang bersifat duniawi. Jangan sampai ibadah kita sia-sia”. Tengku Mengingatkan
Di akhir ceramahnya Ustadz Tengku Ade Alamsyah menjelaskan “Inti dari paparan ini, mari kita terus menebar perdamaian di masyarakat kita melalui moderasi beragama. Semoga kita bisa terus menebar kesejukan dalam kehidupan berbangsa dan beragama dengan nilai-nilai dan sikap moderat. Moderat dalam beragama, maslahat dalam berbangsa”.