Bathin Solapan (Inmas) – Penyuluh
Agama Islam Kecamatan Bathin Solapan mengikuti kegiatan Silaturrahmi dan
Pembekalan Mubaligh/Mubalighoh di Gedung Bathin Betuah Kantor Camat Kecamatan Mandau,
Kamis 09 Maret 2023.
Kegiatan ini dibuka
langsung oleh Camat Kecamatan Mandau Riki Rihardi, S.STP,M.SI, dalam
sambutannya menyampaikan pesan dari bupati Bengkalis Kasmarni, bahwa beliau minta
maaf tidak bisa hadir karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan dan dijanjikan
jauh sebelum acara ini tetapi beliau menitipkan sovenir berupa kain sarung dan
sajadah untuk diberikan kepada peserta.
Riki juga menambahkan,
sebagai camat Mandau berharap banyak bantuan, support, partsipasi kepada para
mubaligh/mubalighoh khususnya masyarakat Mandau untuk memberikan pencerahan
bagaimana cara beriman, bermunasabah, memberikan informasi yang baik dan harus
terus menerus mendakwahkan Islam, tidak perlu khawatir terhadap pendapat yang pro
ataupun kontra karena sebagai garda terdepan dakwah di masyarakat,
mubaligh-mubalighoh turut bertanggung jawab akan tegaknya keagungan kalimat
Allah SWT.
Danramil Kecamatan Mandau,
Kapten ARH Jemirianto, sebagai narasumber menyampaikan materi tentang kebijakan
TNI dalam NKRI. TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang
dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara. TNI
memiliki tugas menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang
Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta melindungi segenap bangsa dan
seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan
bangsa dan negara.
Bhabinkamtibmas Polsek
Kecamatan Mandau, Aiptu Johanda, S. Pd. I, M. Pd sebagai narasumber juga menyampaikan
kepolisian juga merupakan sebagai alat negara yang memberikan keamanan dan
ketertiban masyarakat dengan cara melakukan penegakan hukum serta perlindungan kepada
masyarakat dalam upaya terpeliharanya
keamanan.
Kepala KUA Kecamatan Mandau,
Saim sebagai narasumber yang ke tiga juga menyampaikan materi yang terkait
dengan moderasi beragama. Bangsa Indonesia, khususunya Mandau adalah masyarakat
yang beragam budaya dengan sifat kemajemukannya. Keragaman mencakup perbedaan
budaya, agama, ras, bahasa, suku, tradisi dan sebagainya. Jangan menjadikan
perbedaan tessebut penyebab timbulnya komplik dalam beragama tetapi jadikan perbedaan
sebagai modal negara untuk berpartisipasi dan memajukan Indonesia. Keberhasilan
moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat dapat terlihar dari beberapa
faktor, yaitu : komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan penerimaan
terhadap tradisi.
Tampak hadir, Camat
Kecamatan Mandau Riki Rihardi, S.STP,M.SI, Kepala Kua Kecamatan Mandau
Saim, Kepala KUA Kecamatan Bathin
Solapan H. Surianto, S. HI, Kepala KUA Kecamatan Pinggir R. Hadi Pratama Jaya, SH, Danramil
Kecamatan Mandau, Kapten ARH Jemirianto, Bhabinkamtibmas Polsek Kecamatan
Mandau Aiptu Johanda, S. Pd. I, M. Pd, Ketua YMBU Dr.
Zulkifli Siagian, M.Pd, pengurus YMBU dan
105 orang peserta yang terdiri dari para Penyuluh Agama Islam,
Mubaligh/Mubalighoh dari kecamatan Bathin Solapan dan Mandau.