Bantan (Inmas) - 3 Oktober 2023 Penyuluh Agama Islam Fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantan, terus berupaya memberikan edukasi yang komprehensif kepada warga binaan terkait masalah stunting. Kegiatan ini menjadi penting mengingat mayoritas warga binaan masih berusia produktif dan memiliki potensi untuk melahirkan anak.
Di Blok Wanita Wisma Mawar Berduri Lapas Kelas IIA Bengkalis, para narapidana wanita berkumpul untuk mengikuti kegiatan edukasi yang dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional dari KUA Kecamatan Bantan. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman tentang stunting dan bagaimana mencegahnya dalam keluarga mereka.
Stunting adalah masalah kesehatan yang serius di Indonesia, di mana anak-anak mengalami pertumbuhan fisik yang terhambat akibat masalah gizi dan pola makan yang kurang baik, terutama pada periode seribu hari pertama kehidupan (1.000 HPK) sejak kelahiran. Untuk mengatasi stunting, Eny menyampaikan pentingnya gizi seimbang, nutrisi, perawatan prenatal yang baik, dan pola makan yang benar selama kehamilan dan masa anak-anak.
"Kami ingin memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang stunting kepada warga binaan, terutama kepada mereka yang merencanakan untuk menikah dan memiliki anak setelah bebas nanti," kata Eny. "Dengan pemahaman yang baik tentang stunting dan upaya pencegahannya, kita dapat membantu anak-anak tumbuh sehat dan cerdas."
Diharapkan, kegiatan edukasi tentang stunting ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya pemberdayaan warga binaan di Lapas Kelas IIA Bengkalis untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi keluarga mereka, terutama generasi muda yang akan datang.