Mandau (Inmas) - Penyuluh Agama Islam Non PNS KUA Kecamatan Mandau berikan sedikit tausiah tentang kematian pada acara tiga harinya wafat bapak Sarjono di rumah kediaman Almarhum bapak Sarjono Desa Boncah Mahang. Selasa (26/09/2023.
Diawal tausiahnya, Priono menyampaikan bahwa ketika kita disuguhi berita duka. Bahkan kita dapat melihat sendiri dengan mata kepala kita kerabat, teman, dan tetangga kita satu demi satu berguguran. Sudahkah kematian demi kematian yang ada di sekitar kita menjadi nasihat bagi kita ? Sudahkah takziah yang kita lakukan menjadi tausiah bagi kita semua ? Maut adalah kepastian yang tidak dapat dimajukan ataupun dimundurkan barang sesaat pun. Malaikat maut tidak permisi kepada orang yang sehat. Malaikat maut juga tidak minta izin kepada seorang anak ataupun remaja. Ajal tidak menunggu kita sakit. Ajal juga tidak menanti masa tua kita. Jika telah datang waktunya, siapa pun pasti akan menemui ajalnya. Oleh karena itu, persiapan menuju kematian semestinya kita lakukan dalam setiap tarikan nafas kita.
Diakhir tausiyahnya beliau menyampaikan "Janganlah kita menunda-nunda taubat. Saat ini juga kita bertaubat dari semua dosa. Dosa kecil yang dilakukan terus menerus dapat mengantarkan seseorang melakukan dosa besar. Dan dosa besar yang dilakukan terus-menerus dapat menyebabkan seseorang mati dalam keadaan su’ul khatimah" ujarnya.
Turut hadir dalam acara tiga harinya wafat bapak Sarjono ini semua sanak keluarga almarhum bapak Sarjono, kerabat dekat dan tetangga dekat almarhum bapak Sarjono dan juga beberapa perangkat desa di Desa Boncah Mahang.