Mandau (Inmas) - Zul
Afriandi, S.Sos, Penyuluh Muda Agama Islam KUA Kecamatan Mandau, lakukan
pembinaan rutin kepada kelompok binaannya Majlis Taklim Miftahul Huda yang
berada di Jalan gaya baru Kelurahan Duri Timur, dengan jumlah jama’ah lebih
kurang 30 orang Selasa, 31/10/2023.
Zul Afriandi, S.Sos yang juga penyuluh agama fungsional KUA Kecamatan Mandau melakukan penyuluhan dan tahsin qiraat, atau perbaikan bacaan. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kelompok yang berjumlah kurang lebih 30 orang dibagi menjadi dua agar memudahkan dalam memberikan penjelasan dan praktek dalam membacanya.
"Alhamdulillah saya sebagai penyuluh bersyukur atas antusias anggota Majelis Taklim Miftahul Huda yang bersemangat mengikuti kegiatan, praktek tahsin ini kita mulai setiap selasa pagi sekitaran jam 10.00 Wib sampai dengan selesai.” Ujarnya
Tahsin qiroah adalah materi utama dan materi unggulan di semua Majelis Taklim yang ada di wilayah KUA Kec. Mandau. Tahsinul qiroah dianggap sangat penting bagi setiap anggota Majelis Taklim karena masih banyak ibu-ibu yang kurang memahami cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.
Tahsin sendiri di dalam Bahasa Arab mempunyai arti memperbaiki, memperkaya atau menguatkan. Tahsin Quran juga dapat diartikan sebagai penyempurnaan hal-hal yang berkaitan dengan kesempurnaan lafaz pengucapan huruf-huruf Quran dan penyempurnaan dalam pengucapan hukum hubungan di antara huruf dengan huruf yang lain seperti ikhfa, idzhar, idgham, dan yang lainnya.
Adapun
tujuan diadakannya kegiatan tahsin di Majelis Taklim Miftahul Huda agar ibu-ibu
dapat meningkatkan cara membaca Alquran. Kalau emak emak bagus caranya membaca Al-Qur’an
maka dapat mengajari anak anaknya di rumah karena ibu adalah seorang pendidik
utama dan pertama dalam keluarga. Kalau ibunya pintar mengaji, kemudian
megajarkan kepada anak anaknya, maka itu lebih bagus. Jelasnya