Kuansing (Inmas) Senin, 02 Agustus 2020 LDII ( Lembaga Dakwah Islam Indonesia ) temasuk salah satu organisasi kemasyarakatan, namun dilihat dari sejarah awalnya mereka dari Darul Hadist, lalu MUI mengeluarkan fatwa termasuk sesat /sempalan, setelah itu bubar menjadi LEMKARI. Orangnya, ajarannya, anggota nya dan tujuannya sama. Lalu di fatwa sesat lagi oleh MUI, dan akhirnya berubah menjadi LDII. Namun mereka masuk ke ranah Politik, dan bergabung lah mereka dengan partai terbesar yaitu Golkar. Makanya lambang nya Pohon beringin.
Pusat kegiatan mereka di Kabupaten Kediri proviu Jawa Timur, sudah puluhan tahun, namun sudah mempunyai cabang di seluruh Indonesia yang jumlah anggota nya lebih kurang Ribuan, serta menempati berbagai posisi strategis di Indonesia seperti Polri, TNI, partai politik.
Bahkan beberapa tahun yang lalu, malah mereka mau bergabung dengan MUI, namun tidak bisa karena perbedaan pendapat dan keyakinan, waktu itu MUI diketuai oleh Din Syamsuddin. namun keluar fatwa MUI bahwa LDII, termasuk aliran sempalan..
Mulai masuk ke Desa Langsat Hulu, sejak tahun delapan puluhan. Di desa tersebut teqdaoat Mushalla, tapi dipakai untuk kegiatan mereka. Orang2 kita tidak boleh masuk, kecuali yangsealiran dengan mereka.
Berdasarkan pantauan di lapangan Mereka menganggap kita Najis, apabila kita ke surau atau ke rumah mereka, bekas tempat duduk kita dilap atau dibersihkan nya. Mereka menganggap harta orang lain yang diambil nya tanpa sepengetahuan orang yang punya, halal. itu kan sama dengan mencuri. Kalau kita mencuri haram.
Di Kecamatan Sentajo Raya itu tepatnya di Desa Muara Langsat, sudah lama namun tidak ada orang yang berani mengungkapnya. Sejak diangkat nya Asep Tata Tajudin ssbagai PAH di desa tersebut, beliau mulai mencari akal bagaimana hal ini bisa terungkap. Di Desa Muara Langsat ini, Ketua nya pak SUKIR, Sekaligus beliau juga kepala dusun. Di Muara Langsat tersebut, kalau kegiatan kemasyarakatan, mereka ikut dengan kita, namun kegiatan keagamaan, mereka mandiri dan tidak boleh orang kita melihatnya.
Selain di desa Muara Langsat, juga ada di desa Langsat Hulu, yang begitu juga gencar melaksanakan kegiatan keagamaan nya. Tapi mereka selama ini tidak menganggu aktivitas kita. Bak kata pepatah, siapa lu siapa guwe. Begitu lah Sampai sekarang ini.(RDW).