0 menit baca 0 %

Penyuluh Harus Banyak Koordinasi dengan Seksi Bimas

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas) - Ditengah hangat-hangatnya media membahas tentang radikalisme dan paham keagamaan yang menyimpang, sebagian masyarakat dilanda kecemasan akan efek negatif menimpa anak-anak mereka, sementara tokoh masarakat juga risau akan dampak buruk akan melanda generasi muda.

Rokan Hilir (Inmas) - Ditengah hangat-hangatnya media membahas tentang radikalisme dan paham keagamaan yang menyimpang, sebagian masyarakat dilanda kecemasan akan efek negatif menimpa anak-anak mereka, sementara tokoh masarakat juga risau akan dampak buruk akan melanda generasi muda. Untuk itu diperlukan peran Penyuluh Agama untuk membantu mengatasi keadaan ini.

Beranjak dari kondisi tersebut Kakan Kemenag kabupaten Rokan Hilir, melalui Kasi Bimas Islam H. Suhaimi,S.Ag, meminta Penyuluh Agama Islam untuk mempersiapkan bahan bagi Penyuluh Agama dalam menyiapkan materi dakwah guna disampaikan kepada Da’i, Mubaligh maupun Khatib dalam dakwah, ceramah dan khutbah tentang efek dari radikalisme dan paham keagamaan yang menyimpang.

"Melihat kondisi ini diminta kepada para Penyuluh untuk aktif berkoordinasi dengan Seksi Bimas Islam maupun Kepala KUA Kecamatan tentang materi-materi dakwah seperti ini," ucap Suhaimi.

Suhaimi juga mengapresiasi Penyuluh Agama Islam yang telah aktif menyampaikan materi dakwah dalam menyikapi momen-momen khusus. 

"Momen khusus ini bukan cuma momen kenegaraan atau hari besar Islam, tetapi juga ancaman terhadap degradasi moral dan akhlak," jelas Suhaimi lagi.

Kepada penyuluh diminta untuk lebih aktif membangun komunikasi dengan Seksi Bimas serta para Da’i, Mubaligh dan Khatib diwilayah kerja masing-masing. (Babang AJD)