Rokan Hilir (Inmas) - Saat ini tahapan Pemilu 2024 semakin padat. Kondisi itu berbanding lurus dengan potensi-potensi pelanggaran dan sengketa yang mengancam kelancaran tahapan-tahapan pemilu.
Demikian dikatakan Ketua Bawaslu Kota Pekanbaru Indra Khalid Nasution. Hal itu dibenarkan oleh Junaidi Dasrul,S.AP, Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Bangko yang selalu tanggap dengan isu-isu terkini dan menjadikannya sebagai tambahan bahan kurikulum pada pengajian-pengajian yang disampaikannya, baik pada objek binaannya maupun di luar objek binaannya.
Seperti terlihat oleh tim Inmas saat beliau memberikan penyuluhan di pengajian komunitas Bapak-Bapak, Selasa malam (22/11/2022) di Km.25 Menggala Sakti Kecamatan Tanah Putih.
Menurut Junaidi, masyarakat harus diingatkan tentang bahaya berita-berita hoaks yang sarat provokasi. Jika masyarakat tidak bisa memilah akibatnya masyarakat bisa menjadi terbelah akibat berita-berita tersebut.
"Apalagi yang berhubungan dengan isu-isu perbedaan Suku,Agama,Ras dan Antar Golongan (SARA) yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan," ucap Junaidi
"Dan peran penyuluh Agama Islam sangat vital karena penyuluh Agama selalu terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat," papar Junaidi lagi.
Junaidi menambahkan, dalam pengajian-pengajian, penyuluh harus memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat sebagai usaha menandingi berita hoaks di tengah-tengah masyarakat.
"Penyuluh agama memiliki posisi yang sangat penting. Bisa disebut sebagai salah satu tulang punggung pemerintah yang bertugas memberikan penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama. Penyuluh agama bisa disebut juga, meminjam istilah Bung Karno, sebagai "penyambung lidah" pemerintah kepada masyarakat atau masyarakat kepada pemerintah," pungkas Junaidi lagi.
"Makanya dalam setiap pengajian atau penyuluhan Saya selalu memasukkan hal-hal yang terkait dengan isu-isu yang berkembang dalam masyarakat.Biar masyarakat kita semakin cerdas dalam menampung isu atau berita yang tidak benar," tambahnya.
Selesai pengajian, Penyuluh Teladan Tingkat Provinsi Riau tahun 2022 ini masih terlihat akrab berbincang dengan jemaah pengajian, meski akhirnya pamit pulang ke Bagansiapiapi karena waktu sudah menunjukkan pukul 20.45 WIB. (AjdSyaheed)