0 menit baca 0 %

Peran Perempuan Membangun Moderasi Beragama

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas) - Untuk mewujudkan moderasi beragama di Indonesia diperlukan kerja sama lintas agama, lintas organisasi masyarakat, lintas suku dan budaya. Laki-laki dan perempuan dituntut untuk bersikap moderat.Demikian disampaikan Junaidi Dasrul,S.AP , Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Ba...

Rokan Hilir (Inmas) - Untuk mewujudkan moderasi beragama di Indonesia diperlukan kerja sama lintas agama, lintas organisasi masyarakat, lintas suku dan budaya. Laki-laki dan perempuan dituntut untuk bersikap moderat.

Demikian disampaikan Junaidi Dasrul,S.AP , Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Bangko, dalam acara Sarasehan  “Spirit Moderasi Beragama: Peran Perempuan Dalam Moderasi Beragama" pada Majelis Ta'lim Bagan Timur Bersatu, Selasa (15/11/2022) di Musholla Al Fath Kelurahan Bagan Timur.

“Sikap moderat akan mewujudkan Indonesia damai dan dipenuhi dengan kerukunan, cinta kasih, dan kepedulian. Dalam hal ini, perempuan dapat berperan besar dalam membumikan pemahaman moderasi beragama,” ujar Junaidi saat menyampaikan materinya.

Menurut Junaidi, perempuan khususnya yang tergabung dalam majelis Ta'lim memiliki jiwa solidaritas yang tinggi. Ini menjadi modal sosial untuk menggaungkan spirit moderasi beragama.

“Menggandeng tokoh perempuan untuk menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama merupakan langkah strategis dan relevan yang dapat kita lakukan. Semoga ini bisa menjadi role model untuk gerakan perempuan di majelis ta'lim lainnya ,” harap Junaidi.

Lebih lanjut, Junaidi sempat menyinggung salah satu masalah serius yang kerap kali dialami bangsa ini. Menurutnya sifat suuzan sering menimbulkan masalah, maka dengan moderasi beragama diharapkan bisa menjadi media taaruf. 

“Dengan taaruf akan timbul toleransi, setelah toleransi maka akan lahir saling mencintai,” ungkap Junaidi Dasrul.

Mengakhiri paparannya, Junaidi berharap kegiatan ini bisa menjadi ajang taaruf untuk saling mengenal dan berbagi perspektif mengenai moderasi beragama. 

“Moderasi Beragama menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya salah satu agama,” tandas Junaidi.

“Mari kita membangun pemahaman bersama untuk membumikan moderasi beragama, khususnya di kalangan perempuan sehingga bisa menjadi pegangan dalam keluarga," ungkap Junaidi. (AjdSyaheed)