Indragiri Hulu (Inmas). Penyuluh Agama Islam (PAI) PNS maupun Non PNS merupakan suri tauladan di tengah-tengah kehidupan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang tempat tinggalnya berdekatan ataupun satu lokasi dengan Penyuluh Agama Islam itu sendiri. Hal tersebut tentu harus dipraktekkan dengan kesalehan hidup, penguasaan nilai-nilai keagamaan, serta sikap, perilaku dan budi pekerti yang terpuji, sehingga menjadi teladan di tengah-tengah kehidupan masyarakat sekitar.
Penyuluh Agama Islam Non PNS merupakan mitra Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia yang melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan untuk mewujudkan masyarakat Islam yang taat beragama dan sejahtera lahir batin.
Penyuluh Agama Islam Non PNS adalah seseorang yang diberi tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak untuk melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan di bidang keagamaan Islam dan pembangunan melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.
Setiap Penyuluh Agama Islam Non PNS wajib memiliki minimal 2 (dua) kelompok binaan, dan melakukan bimbingan/penyuluhan secara berkala/kontinyu serta memberikan pelayanan terhadap kegiatan keagamaan Islam.
Jum’at 25 Maret 2022, PAI (Penyuluh Agama Islam) Non PNS Kecamatan Lubuk Batu Jaya atas nama Muhamad Solihin, M.Pd (urut tiga dari sisi kiri) bertindak selaku Khatib Shalat Jum’at merangkap Imam di Masjid Imaduddin, Desa Rejosari, Kecamatan Lirik, dimana salah seorang pengurusnya atas nama Jazuli merupakan PAI Non PNS Kecamatan Lirik (urut dua dari sisi kiri).
Tema khutbah yang disampaikan M. Solihin, M.Pd yaitu “Dia Yang Mengenal Dirinya Sendiri Maka Akan Mengenal Tuhannya”.(tulang)
PERANAN PAI NON PNS (M. SOLIHIN, M.Pd) PELAKSANAAN SHALAT JUM’AT
Ringkasan:
Indragiri Hulu (Inmas). Penyuluh Agama Islam (PAI) PNS maupun Non PNS merupakan suri tauladan di tengah-tengah kehidupan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang tempat tinggalnya berdekatan ataupun satu lokasi dengan Penyuluh Agama Islam itu sendiri.