Rokan Hilir (Inmas) - Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, tahun ini MTs Miftahul Huda Menggala Sempurna kembali melaksanakan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1444 H sekaligus tarhib Ramadhan atau menyambut tibanya Ramadhan dengan perasaan senang hati dan gembira.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan MTs Miftahul Huda, Sabtu pagi 11 Maret 2023. Diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan dan seluruh siswa. Yang bertindak sebagai penceramah adalah Ustadz Junaidi Dasrul,S.AP, yang juga Penyuluh Agama Teladan tahun 2022.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan MTs Miftahul Huda Muhammad Khomeini menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan dan menyelenggarakan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tahun 1444 H, meskipun sudah memasuki bulan Syaban namun tidak mengurangi makna dan substansi Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
"Kami beharap semoga tasushiyah yang disampaikan oleh penceramah dapat memberikan pencerahan kepada keluarga besar MTs Miftahul Huda Menggala Sempurna dan bisa istiqamah mendirikan shalat 5 waktu yang menjadikan cahaya dalam hidup di dunia dan di akhirat," harap Khomeini.
Sementara itu, dalam ceramahnya, Ustadz Junaidi Dasrul yang familiar dipanggil 'Babang Ustad' ini memaparkan bahwa shalat itu sangat penting didirikan karena ia adalah identitas seorang muslim.
"Jika ada seorang muslim tidak menegakkan shalat maka patut dipertanyakan keislamannya," ujar Ustadz Junaidi.
Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa barangsiapa yang menjaga shalatnya, sembari mengutip Hadits Nabi SAW, akan diberikan 5 jaminan kepadanya yakni: Allah akan mengangkat kesulitan hidupnya; Allah akan angkat dari siksa kubur; menerima catatan amal dari sebelah kanan; akan menlewati “shirat” laksana kilat dan; akan dimasukkan surga Allah tanpa hisab(perhitungan amal).
Selanjutnya, Ustadz yang juga guru di SMPN 1 Bangko ini mengingatkan kepada hadirin, barangsiapa yang menegakkan shalat maka ia menegakkan agamanya dan barangsiapa meninggalkan shalat maka ia meruntuhkan agamanya. Jika ada yang rajin shalat tapi rajin juga berbuat dosa dan maksiat maka orang tersebut patut memperbaiki shalatnya, sebab ada Firman Allah yang berbunyi, “Dirikanlah salat karena sesungguhnya shalat itu mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar.”
"Oleh karena itu, jika ingin shalat yang dilakukan memiliki dampak positif terhadap kehidupan sosial, maka shalat seseorang hendaklah dilaksanakan dengan khusyu, dalam arti takut kepada Allah SWT. Orang yang memiliki rasa takut kepada Allah, Insyaa Allah memiliki kesadaran selalu merasa diawasi oleh Allah sehingga ia akan selalu patuh dan taat kepada Allah serta meninggalkan perbuatan tercela, keji dan mungkar, tandasnya.
Kaitannya dengan Tarhib Ramadhan, setidak-tidaknya setiap muslim menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh rasa gembira dan senang hati. Hal ini sangat penting karena spirit atau semangat menyambut Ramadhan perlu dipersiapkan agar kita dapat melaksanakan ibadah puasa dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan secara optimal.
"Di samping itu ada jaminan dari Rasulullah SAW melalui sabdanya bahwa barangsiapa yang senang hatinya dalam menyambut Ramadhan, maka diharamkan baginya neraka," Demikian Ustadz Junaidi mengakhiri taushiyahnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Yayasan MTs Miftahul Huda Muhammad Khomeini, Kepala MTs Miftahul Huda Mutiara,S.Ag, Majelis Guru, Penghulu Menggala Sempurna, tokoh masyarakat, Penyuluh Agama Islam Maswan,S.Sos, Anggota Bidang Dakwah DMI Rokan Hilir Rudi Sarmansyah, Kader PMII Rohil Daruli,S.Sos serta undangan lainnya.
Di akhir acara, Ustadz Junaidi menyampaikan apresiasi kepada Siswa-siswi MTs Miftahul Huda yang menampilkan bakat-bakat yang luar biasa. (AjdSyaheed)