Rengat (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA bersama Bupati Indragiri Hulu H Yopi Ariyanto SE adakan Pertemuan dengan Lintas Tokoh Agama dan Pemuda se Kabupaten Indragiri Hulu sekaligus melakukan Pembinaan Desa Sadar Kerukunan, Selasa pagi (8/9/2020) di Aula Pertemuan Kantor Bupati Inhu.
Selain Kakanwil dan Bupati Inhu, hadir juga sebagai pembicara Ketua FKBU Inhu H Lasmi Ismail BA dan dari Kapolres Inhu Kompol Zulfa Sik M SI dengan Moderator Kasubbag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag, H Janhery MA.
Kegiatan yang mengangkat Tema "Merajut Kebersamaan Merawat Kerukunan Menghadapi New Normal Covid-19, juga dihadiri Sekda Inhu Zainil Hendrizal, Kabag TU H Erizon Efendi M Pd, Kabid Urais dan Binsyar H Afrialsah Lubis M Pd, Kasubbag Umum dan Humas Drs H Eka Purba dan rombongan, Kemenag Inhu H A Karim, Pembimas Kemenag Riau, FKUB Inhu, Forkopimda, Kodim, tokoh agama dan peserta Dialog Lintas Sektoral.
"Dengan pertemuan Lintas Tokoh Agama di Inhu, segala persoalan- persoalan yang terjadi di lintas agama bisa diselesaikan dalam forum seperti ini. Jangan sampai permasalahan kecil di lapangan dibiarkan saja yang akhirnya berefek pada perpecahan, sehingga lahirnya masyarakat yang rukun, damai dan sejahtera dalam menjalankan keyakinan masing- masing," ungkap Mahyudin usai acara.
Kementerian Agama, Pemerintah Daerah dan FKUB Inhu terus berupaya meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama. Bersama berbagai perwakilan agama-agama selalu melakukan penguatan kerukunan.
"Selalu bersama- sama menjaga ketertiban, dengan dialog pertemuan lintas tokoh agama dengan peserta perwakilan dari tingkat desa, lurah dan kabupaten semua permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat hendaknya didiskusikan dan mencari solusi dengan tetap mengacu pada peraturan yang ada agar tidak terjadi konflik perpecahan," ungkap Yopi yang ditemui Tim Inmas usai acara.
Kemenag Inhu H Abdul Karim menuturkan, kerukunan umat beragama merupakan hal yang amat penting dalam masyarakat heterogen.
"Alhamdulillah kita baru saja mengadakan dialog lintas agama, ini merupakan salah satu program FKUB tahun 2020 dengan harapan dengan acara ini mudah- mudahan kehidupan beragama di Inhu selalu rukun dan kondusif," harapnya.
Ditambahkan Kasi Ismail, saat ini yang menjadi tantangan kerukunan beragama di masyarakat karena rendahnya sikap toleransi, pengaruh kepentingan politik, sikap fanatik dan pemahaman agama secara eksklusif dan radikal.
"Saat ini kondisi di Inhu sangat kondusif, sehingga bagaimana suasana ini terus berkelanjutan ditengah Covid-19 ataupun menjelang Pilkada. Mari terus bersinergi wujudkan daerah aman dan rukun," ajaknya. (mus/ekapurba/faj)