0 menit baca 0 %

Perkuat Potensi Siswa, Direktur KSKK Launching Progam KSKK MAN 2 Pekanbaru

Ringkasan: Riau (Inmas)- Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Dijten Pendis Kementerian Agama RI, Dr H Ahmad Umar MA, melaunching Program Sistem Kredit Semester (SKS) MAN 2 Pekanbaru, Rabu (29/7/2020) secara virtual melalui sambungan zoom meeting.

Riau (Inmas)- Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Dijten Pendis Kementerian Agama RI, Dr H Ahmad Umar MA, melaunching Program Sistem Kredit Semester (SKS) MAN 2 Pekanbaru, Rabu (29/7/2020) secara virtual melalui sambungan zoom meeting. Dengan demikian, siswa MAN 2 Pekanbaru dapat menyelesaikan studi sesuai bakat, minat, kemampuan dan kecepatan belajar.

Hadir dalam launching SKS MAN 2 Pekanbaru Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Drs H Asmuni MA, Kakankemenag Kota Pekanbaru H Edwar S Umar M Ag, Kepala MAN 2 Pekanbaru Norerlinda M Pd, Kepala MAN se Pekanbaru, Pengawas dan Majelis Guru. Hadir sebagai narasumber secara virtual Direktur Kurikulum dan Evaluasi Dirjen Pendis Kemenag RI.

Ahmad Umar menegaskan, SKS bukan system kebut semalam, tetapi SKS identic dengan percepatan proses belajar dengan tidak mengurangi waktu atau lamanya seorang siswa belajar. Untuk itu, MAN 2 Pekanbaru yang telah ditetapkan sebagai salah satu madrasah yang melaksanakan program SKS harus menerapkan system pembelajaran sesuai Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2852 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan SKS Madrasah Aliyah.

“Sekali lagi saya tegaskan, SKS bukan mempersingkat waktu belajar, dari 3 tahun menjadi 2 tahun. Selama ini merupakan pola yang keliru karena SKS adalah upaya memperpendek waktu capaian kompetensi kurikulum yang normal, sisa waktu yang didapatkan untuk memperkaya dan memperkuat potensi peserta didik dengan bekal potensinya masing- masing. Atau untuk memperkuat kehebatan masing- masing siswa MAN 2 Pekanbaru,” jelasnya.

Ahmad Umar memberikan contoh, si Ahmad dapat menyelesaikan mata palajaran Fiqh dalam waktu sebulan, senggang waktu yang ada boleh memperdalam pelajaran lain sesuai potensi bersangkutan. “Waktu belajar tetap 3 tahun, tetapi senggang waktu yang ada digunakan untuk memperkuat potensi diri anak. Sehingga saat lulus, anak didik tidak hanya memiliki ijazah formal saja, tetapi juga harus memiliki ijazah non formal, misalnya ahli Informasi Teknologi, ahli Tahfiz dan lainnya,” ungkapnya memberi Contoh.

Ia menambahkan, madrasah yang menerapkan program SKS harus bisa melayani potensi- potensi peserta didik untuk menjadi madrasah hebat dan bermartabat. Untuk itu ia menegaskan, guru-guru yang tidak baik, yang sakit mental, lemah semangat dan lain hendaknya dipindahkan ketempat- tempat yang tidak baik.

“Ambil guru yang memiliki semangat dan motivasi tinggi sehingga MAN 2 Pekanbaru bisa sama atau bahkan melebihi MAN 2 Malang, dengan syarat guru- guru MAN 2 Pekanbaru harus berjibaku, bersungguh- sungguh, membuang ego sektoral, kuatkan kebersamaan insyaAllah 2022 kita akan memberikan bantuan lagi untuk MAN 2 Pekanbaru,” ungkap Ahmad Umar yang disambut riuh tepuk tangan oleh para guru. “Program SKS akan menjadi mimpi besar jika guru biasa- biasa saja, sebaliknya SKS akan bermakna jika didukung pengembangan IT yang bagus dan kemauan keras guru- guru. Untuk itu guru- guru perlu di assement motivasi berprestasi, keikhlasannya, semangatnya dan lainnya,” pungkasnya.

MAN 2 Pekanbaru Satu- Satunya di Riau dengan Program SKS

Sementara itu Mahyudin mengatakan, dengan ditetapkannya MAN 2 Pekanbaru sebagai salah satu dari 36 madrasah se Indonesia yang ditetapkan berdasarkan Dirjen Pendis Nomor 6633 Tahun 2019 tentang Madrasah Penyelenggara Sistem Kredit Semester (SKS) Tahun 2019/ 2020, maka MAN 2 Pekanbaru dianggap layak untuk menerapkan program SKS.

"Kita sangat bersyukur karena dari 36 madrasah yang ditetapkan sebagai pelaksana program SKS, 2 diantaranya di daerah Sumatera yaitu Sumatera Selatan dan Riau yaitu MAN 2 Pekanbaru. Untuk itu kami berharap kepercayaan yang sudah diberikan ini benar- benar dapat dilaksanakan semaksimal mungkin, peran guru sangat menentukan dengan terus melaksanakan program, mengawasi dan mengevaluasi peserta didik agar pelaksanaan program SKS sesuai petunjuk teknis yang sudah ada," pesan Mahyudin.

Ditambahkan Norerlinda, program SKS bukanlah program yang mudah bagi madrasah, untuk itu ia sangat berharap kepada guru- guru MAN 2 Pekanbaru untuk tetap istiqomah dalam mensukseskan program tersebut.

"Walaupun sudah dilegalkan, tapi tanpa motivasi dan kegigihan teman- teman para guru, program ini tidak akan berhasil menggali potensi anak didik untuk jadi siswa madrasah hebat dan bermartabat," ungkapnya. (mus/ana/faj/eka)