0 menit baca 0 %

PESERTA DIDIK KELAS I, II & V MIS AL-FIRDAUSY JALANI BIAN

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Pemberian imunisasi telah terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif. Tak hanya itu, manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan.

Indragiri Hulu, (Inmas). Pemberian imunisasi telah terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif. Tak hanya itu, manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 di halaman Gedung Daerah, Kepri pada Rabu 18 Mei 2022. Pencanangan BIAN merupakan upaya Kementerian Kesehatan RI untuk menggenjot cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease 2019).
Imunisasi merupakan upaya pencegahan yang aman, berbiaya rendah dan berdampak besar dalam melindungi masyarakat dari berbagai penyakit yang dicegah dengan imunisasi (PD3I). BIAN merupakan momen penting untuk bersama-sama kita kejar ketertinggalan anak-anak kita, berikan imunisasi tambahan dan kejar status imunisasi mereka hingga lengkap.
Semua vaksin yang  digunakan dalam imunisasi rutin dan BIAN telah mendapatkan prakualifikasi WHO sehingga aman, efektif dan memberikan perlindungan dan kekebalan yang memadai. Dimana Imunisasi diperuntukkan bagi anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.
Kamis 10 November 2022, UPTD Puskesmas Pekan Heran Kec. Rengat Barat melaksanakan BIAN di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al-Firdausy Pematang Reba dengan sasaran siswa kelas I & II imunisasi DT dan kelas V imunisasi TD.
Imunisasi DT (diphteria tetanus) adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah beberapa penyakit infeksi seperti difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis). Sedangkan imunisasi TD (tetanus diphteria) merupakan imunisasi lanjutan dari imunisasi DT agar anak semakin kebal dengan ketiga penyakit infeksi tersebut, ujar salah seorang petugas kesehatan.
Imunisasi DT dan TD nyatanya berbeda baik dilihat dari fungsi maupun penyebutannya sedikit sama. Kedua vaksin ini sebenarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu mencegah terjadinya penyakit infeksi difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis). Namun, yang berbeda adalah waktu pemberian serta komposisi dosisnya, tambah petugas tersebut.
Sebelumnya terdapat beberapa peserta didik yang takut (kelas 1)untuk diimunisasi, namun setelah dibujuk dan diberikan pemahaman, seluruh peserta didik mengikuti imunisasi tersebut, ujar kepala MIS Al-Firdausy Dwi Sri Maryani Kadir, S.Pd.I usai mendampingi peserta didiknya menjalani imunisasi.(tulang)