0 menit baca 0 %

PESERTA DIDIK MA PONPES ASY SYAAKIRIIN PEMERIKSAAN KESEHATAN OLEH TIM KESEHATAN UPTD PUSKESMAS SUNGAI LALA

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Pemeriksaan kesehatan anak sekolah merupakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar yang bertujuan untuk mengetahui status kesehatan siswa sebagai salah satu upaya deteksi dini jika siswa memiliki masalah kesehatan. Kegiatan ini merupakan program rutin puskesmas dalam memberik...

Indragiri Hulu, (Inmas). Pemeriksaan kesehatan anak sekolah merupakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar yang bertujuan untuk mengetahui status kesehatan siswa sebagai salah satu upaya deteksi dini jika siswa memiliki masalah kesehatan. Kegiatan ini merupakan program rutin puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan anak sekolah di wilayah kerjanya.
Selasa 18 Oktober 2022, Tim Kesehatan UPTD Kec. Sungai Lala melaksanakan Kegiatan Pendampingan & Evaluasi Pelaksanaan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri MTs & MA Swasta Ponpes Asy-Syaakiriin Sungai Lala serta Kegiatan Survei Anak Sekolah Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Rapid Tes Antigen Covid 19 Pembelajaran Tatap Muka) di MA Swasta Ponpes Asy-Syaakiriin.
Kondisi kekurangan sel darah merah di dalam tubuh atau yang dikenal dengan anemia bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak remaja. Namun, dibandingkan remaja putra, remaja putri berisiko lebih tinggi mengalami anemia. Salah satu alasannya karena remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya. Menstruasi bulanan menyebabkan para remaja putri mudah mengalami anemia, yaitu kondisi dimana sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari biasanya. Sehingga membuat tubuh lebih mudah lemas dan mudah untuk pingsan. Tidak berhenti sampai disitu, dampak anemia juga menyebabkan para remaja putri mengalami berbagai kondisi seperti: penurunan imunitas sehingga lebih rentan terpapar berbagai penyakit infeksi; penurunan konsentrasi belajar di kelas; penurunan prestasi di sekolah; serta penurunan kebugaran dan produktivitas kerja.
Melihat kondisi demikian, maka upaya pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi penting untuk diberikan untuk remaja putri dalam proses pertumbuhannya.
Selain untuk meminimalisir potensi anemia, pemberian TTD juga untuk mempersiapkan kesehatan remaja putri pada saat sebelum menjadi seorang ibu, dimana kelak remaja putri ini bila saatnya nanti akan menjadi seorang ibu terhindar dari melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting) atau berat badan lahir rendah (BBLR). Dengan minum TTD secara rutin, diharapkan mampu mengurangi potensi anemia dan lahirnya bayi dalam keadaan stunting dari para ibu di Indonesia, sehingga terciptanya generasi muda penerus bangsa yang sehat dan kuat, ujar salah seorang anggota tim kesehatan Puskesmas Sungai Lala.
Hasil dari Rapid Tes Antigen Covid 19 seluruh peserta dinyatakan negatif, tambahnya.
Semoga dengan tetap menjalankan prosedur maupun ketentuan PTM Terbatas di Masa Pandemi Covid-19 serta disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat, seluruh warga madrasah aman dari Covid-19, tambahnya.(tulang)