0 menit baca 0 %

PKB MGMP BAHASA INGGRIS MTs KAB. INHU, KAKANKEMENAG Dr. H. DARWISON, MA SAMPAIKAN KEBIJAKAN MENTERI AGAMA & MODERASI KEBERAGAMAN

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Rabu 18 Oktober 2023, Kepala Kankemenag Kab. Inhu Dr. H. Darwison, MA menyampaikan materi Kebijakan Menteri Agama dan Moderasi Keberagaman kegiatan Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris MTs Kabupaten Indra...

Indragiri Hulu, (Inmas). Rabu 18 Oktober 2023, Kepala Kankemenag Kab. Inhu Dr. H. Darwison, MA menyampaikan materi “Kebijakan Menteri Agama dan Moderasi Keberagaman” kegiatan Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris MTs Kabupaten Indragiri Hulu, tempat: MTs N 1 Inhu. Turut hadir mendampingi kegiatan tersebut kepala MTs N 1 Inhu Hendri Donal, S.Pd., M.Si. Selanjutnya, secara resmi Kakankemenag membuka kegiatan.

Peningkatan mutu guru, kepala madrasah dan tenaga kependidikan di madrasah dilaksanakan melalui skema Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB). Bentuk dukungan pemerintah melalui implementasi proyek Realizing Education’s Promise: Support to Indonesia’s Ministry of Religious Affairs for Improved Quality of Education (Madrasah Education Quality Reform) – yang disingkat REP-MEQR, yaitu sebuah program investasi SDM yang dikembangkan Kementerian Agama yang sumber pendanaannya melalui Pinjaman Luar Negeri Bank Dunia (IBRD Loan No.8992-ID) dari tahun 2020 s.d 2024. 

Fokus program tersebut dilakukan di kelompok kerja terdekat yaitu melalui kegiatan dalam Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK), Kelompok Kerja Madrasah (KKM), dan Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah dengan memberikan bantuan dalam bentuk block grant. Kankemenag Kab. Inhu berharap agar kegiatan PKB melalui MGMP tetap dapat dilaksanakan secara konsisten walaupun telah berakhirnya bantuan yang diberikan oleh pemerintah, ungkap H. Darwison.

Indonesia adalah negara yang penuh dengan bentuk keberagaman, mulai dari suku, agama, ras, dan juga keberagaman antar golongan. Hal tersebut membuat Indonesia rentan terpecah-belah akibat perbedaan/keberagaman yang ada. Oleh karenanya, diperlukan sifat toleran dan juga tenggang rasa terhadap perbedaan dan kemajemukan yang ada di masyarakat. Sifat toleransi harus diutamakan dalam menyikapi keberagaman, baik di madrasah maupun lingkungan dimana kita tinggal, ujar Kakankemenag mengisi materi Moderasi Keberagaman. Moderasi Keberagaman merupakan kunci untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan demi mencegah proses perpecahan. Kerukunan merupakan kunci untuk menjaga keberagaman yang harus dikelola dengan baik agar semua anak bangsa bisa berkembang dan melengkapi dalam rangka mewujudkan kehidupan kebangsaan yang harmonis, tambah Kakankemenag H. Darwison mengakhiri materinya.(tulang)