Kampar ( Inmas )-Aliansi Indonesia Damai ( AIDA ) bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar menggelar Diskusi Film Tangguh dengan Tema Menyerap Ibroh dari Kehidupan Mantan Pelaku Terorisme dan korbannya yang dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, Rabu, 31/8/2022.
Acara yang diawali dengan laporan dari pihak AIDA yaitu Ahmad Hifni menyampaikan bahwa acara ini merupakan acara lanjutan dari kegiatan kami sebelumnya yang diselenggarakan di Pekanbaru beberapa waktu lalu yang juga hadir Dirjen Pontren Kemenag RI.
Selanjutnya Ahmad Hifni menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan diskusi Film Tangguh dimana film ini menceritakan tentang pertobatan pelaku terorisme dan juga ketangguhan dari korbannya
Nilai-nilai moderasi beragama harus disosialisasikan kepada khalayak luas. Sikap dan cara berpikir tengah-tengah dalam memahami agama dapat menangkal ekstremisme keagamaan yang mengarah pada aksi kekerasan. Gerakan ekstremisme yang masih banyak terjadi di Indonesia tidak hanya berbahaya bagi kelangsungan hidup masyarakat yang beragam, tetapi juga mencoreng nilai-nilai luhur agama.
Demikian pesan yang disampaikan oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, H. Fuadi Ahmad, saat menjadi keynote speaker dalam acara Diskusi dan Nonton Film “Tanggih".
Acara tersebut diinisiasi oleh Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Kec. Tapung Kabupaten Kampar, bekerja sama dengan AIDA.
Puluhan pengasuh dan perwakilan pesantren se-Kabupaten Kampar hadir sebagai peserta, termasuk para ASN dan pegawai Kemenag Kampar
Selanjutnya Fuadi menyampaikan bahwa tahun 2022, Kementerian Agama mencanangkan tahun tolerasi. Pencanangan ini salah satu wujud komitmen kuat merawat tolenrasi, baik toleransi sosial, agama maupun politik ungkapnya
Film tangguh merupakan rekaman dari periistiwa Bom Bali, Bom Marriiot, Bom Kuningan yang menceritakan penderitaan para korban bom yang sangat menderita dan tangguh menghadapi cobaan tersebut.
Film Tangguh adalah karya dari Dokumenter AIDA yang menceritakan perjuangan hidup setelah serangan Bom, serta pengalaman mantan pelaku dengan kelompok teroris sebelum akhirnya meninggalkan dunia kekerasan.
Dengan pemutaran film Tangguh ini diharapkan peserta mampu mengambil pelajaran dan menghindari tindakan kekerasan dan brutalisme yang bisa mengakibatkan korban jiwa.( Ags/Fatmi )