Siak (Inmas) – Senin, (20/07/2020), Drs. Suratman Selaku Pengawas madrasah di wilayah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak melakukan kunjungan supervisi di MTs Negeri 3 Siak. Dalam Supervisi ini Suratman disambut langsung oleh Ana Rolita,S.Pd ( kepala Madrasah),di dampingi Rusli,S.Ag (Ka.TU),dan Juhari ( Waka,Humas ). Dalam supervisi ini suratman memantau proses pembelajaran yang berlangsung di MTs Negeri 3 Siak.Di MTs Negeri Siak Proses pembelajaran dilakukan secara daring dan luring.
Pembelajaran daring adalah metode belajar yang menggunakan model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS). Seperti menggunakan Zoom, Google Meet, dan lainnya. Sedangkan luring ( offline) adalah akronim dari luar jaring(an); terputus dari jejaring komputer. Misalnya, saat siswa dan mahasiswa belajar melalui buku pegangan siswa atau mahasiswa dan tenaga pengajar.
“Pandemi Covid-19 memaksa kita untuk tetap tinggal di rumah. Terjadi perubahan mendasar pada situasi hari ini. Aktivitas orang tua dan anak menjadi satu di rumah. Sementara itu, pembelajaran yang biasanya dijalani dengan bertatap muka kini melalui daring. Memang tidak semua anak dapat menjalani secara konsisten pembelajaran daring karena berbagai keterbatasan. Misalnya, ketiadaan fasilitas gawai (ponsel, laptop, dan tablet), rendahnya pemahaman tentang media digital, terbatasnya kemampuan membeli pulsa, dan keterbatasan sinyal. Namun, hampir sebagian besar siswa telah merasakan pembelajaran daring,” ujarnya Suratman memberi keterangan.
Selain itu, bukan hanya siswa yang beradaptasi, guru pun beradaptasi dengan perubahan ini. Peran guru berubah, tapi peran secara fisik berkurang karena penggunaan berbagai media pengajaran. Guru juga dipaksa belajar teknologi baru dengan berbagai media pembelajaran. Guru mulai membuat video, aplikasi Moodle, Google Classroom, dan berbagai aplikasi yang terhubung dengan institusi pendidikannya.
Guru juga beradaptasi untuk melakukan asesmen seberapa banyak materi, nilai, dan value yang akan dijadikan bahan ajar agar anak-anak tetap belajar dalam situasi yang nyaman dan menyenangkan. Guru juga akan berusaha agar semua siswa dapat mengerjakan tugas tanpa harus membebani anak-anak dan tetap memperhatikan kondisi tiap-tiap anak.
Metode luring atau offline dapat membantu peserta didik untuk tetap belajar. Pembelajaran dengan metode Luring atau offline merupakan pembelajaran yang dilakukan di luar tatap muka oleh guru dan peserta didik, namun dilakukan secara offline yang berarti guru memberikan materi berupa tugas hardcopy kepada peserta didik kemudian dilaksanakan di luar sekolah. Ini khusus bagi siswa yang tidan mempunyai pasilitas HP atau Laptop. (Hd/Suratman)