0 menit baca 0 %

POSPEDA IX PROVINSI RIAU, HADROH PUTRA KAB. INHU (DIWAKILI PONPES KHAIRUL UMMAH) RAIH JUARA I

Ringkasan: Indragiri Hulu,(Inmas). Jum at 19 Agustus 2022. Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Daerah (Pospeda) adalah wahana untuk mewujudkan jati diri pondok pesantren yang sebenarnya yakni berlomba-lomba dalam kebaikan mengharap ridha Allah SWT. Filosofi ini hendaknya menjadi dorongan bagi santri...

Indragiri Hulu,(Inmas). Jum’at 19 Agustus 2022. Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Daerah (Pospeda) adalah wahana untuk mewujudkan jati diri pondok pesantren yang sebenarnya yakni berlomba-lomba dalam kebaikan mengharap ridha Allah SWT. Filosofi ini hendaknya menjadi dorongan bagi santri dan seluruh pihak terkait untuk dapat berprestasi dan berkreasi dalam olahraga dan seni.
Tujuan daripada Pospeda untuk membangun manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa, sehat jasmani dan rohani, berkualitas unggul, sportif, berdaya saing tinggi.
Kemudian untuk meningkatkan budaya berolahraga dan seni yang bernuansa Islam serta apresiatif dalam rangka membina khazanah budaya bangsa serta meningkatkan ukhuwah Islamiyah dikalangan santri dan dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
Pospeda/Pospenas berperan sebagai media bagi santri peminat kebugaran jasmani dan seni untuk unjuk prestasi dan mengembangkan keahlian karakteristik melalui olah tubuh dan olah rasa. Pospeda dilaksanakan mulai tingkat Kab/Kota, Provinsi dan Nasional.
Pospeda IX Provinsi Riau Tahun 2022 pelaksanaannya di Kabupaten Siak atau tepatnya di Ponpes Jabal Nur-Kandis, mulai 19 s.d 21 Agustus 2022.
Group Hadroh Putra Kab. Inhu (diwakili oleh group hadroh ponpes Khairul Ummah Air Molek) meraih Juara I.
Bertndak selaku Official, Abdullah Fahd Al Yausa, S.Pd.I dan Pelatih Deni Sopiandi.
Hadrah adalah sebuah musik yang bernafaskan Islami yaitu dengan melantukan Sholawat Nabi diiringi dengan alat tabuhan dengan alat tertentu. Hadroh menjadi kesenian islami yang sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dikisahkan pada saat baginda nabi hijrah dari makkah ke madinah, baginda nabi di sambut gembira oleh orang-orang anshor dengan nyanyian/syair yang dikenal dengan sholawat “thola’al badru ‘alaina” dengan diiringi tabuhan terbang.
Kesenian hadrah identik dengan kesenian Islam. Hadrah merupakan kesenian Islam yang di dalamnya berisi shalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang digunakan sebagai media menyiarkan ajaran agama Islam. Hal ini dapat dilihat jelas dari syair-syair yang dilantunkan.(tulang)