0 menit baca 0 %

PPDB Hari Pertama di MIN 1 Kota Dumai

Ringkasan: Dumai (Inmas) - Hari Pertama pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dibuka pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Dumai Tahun Pelajaran 2020/2021, dengan menerapkan protokol kesehatan. Senin (06/07/2020).Kepala MIN Lubuk Gaung Dumai Drs. M. Sofian mengatakan, penerimaan siswa baru berdasarkan j...

Dumai (Inmas) - Hari Pertama pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dibuka pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Dumai Tahun Pelajaran 2020/2021, dengan menerapkan protokol kesehatan. Senin (06/07/2020).

Kepala MIN Lubuk Gaung Dumai Drs. M. Sofian mengatakan, penerimaan siswa baru berdasarkan juknis harus berusia 6 tahun.

Ia mengatakan untuk di MIN masalah Zonasi tidak terlalu di permasalah mau dari mana saja siswa bisa mendaftar di MIN 1.

“Zonasinya tidak terlalu di permasalahkan. Karena dari KK kita bisa lihat alamat siswa untuk kita nilai berapa mereka dapat bobot sesuai alamat mereka tinggal,” ujarnya.

Hari pertama PPDB untuk pendaftar tidak dibatasi oleh pihak sekolah.

“Penerimaan pendaftar untuk hari ini sampai berapa pun jumlahnya tidak dibatasi yang jelas kami siapkan pendaftaran sampai pukul 10.00 pagi,” terangnya.

Ia mengatakan berdasarkan juknis tidak ada perubahan untuk pendaftaran tahun ini.

Persyaratan tetap sama seperti melampirkan akte kelahiran, KK, foto, kalau sekolah TK melampirkan surat keterangan.

Di hari pertama pendaftaran ada orang tua yang sudah mengantri sejak dini hari .

“Kami melayani pendaftaran mulai dari pukul 08.00 WIB sebanyak apapun yang menunggu. Pukul 08.00 WIB itu baru dibuka dan petugas sudah siap diruangan. Jadi kalau mereka yang datang subuh terlalu awal dan kasian juga lama menunggu,” ujarnya.

Ia sendiri kurang tahu persis jam berapa orang tua sudah mulai mengantri.

Tapi ia melihat dari tahun ke tahun antusias masyarakat yang mendaftarkan anaknya di MIN sangat tinggi bukan baru tahun ini dan hampir setiap tahunnya.

Untuk alur Pendaftaran diawali dengan pengisian formulir, seleksi administrasi dan wawancara.

“Harapan saya melihat antusias masyarakat yang tinggi semestinya disambut dengan baik terutama untuk sekolah dibawah Kementrian Agama karena melihat era sekarang di jaman milenial, pengaruh ke anak sangat tinggi sehingga orang tua antusias memasukan anak ke sekolah negeri agama. Sehingga dari Kementerian Agama bagaimana meningkatkan daya tampung yang cukup banyak untuk menampung keinginan masyarakat,” Tutupnya. (Arief)