Kuansing ( inmas ) Prihasni, Penyuluh Fungsional Kecamatan Sentajo Raya pimpin rapat dalam pertemuan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah ( FKDT ) Kelompok Kerja Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah ( KKMDTA ) Kecamatan Kuantan Tengah, Sabtu 25 Juli 2020 yang bertempat di MDTA Nurul Hikmah Pulau Godang Kari. Pertemuan dihadiri oleh ketua FKDT Kecamatan Kuantan Tengah sekaligus Ketua FKDT Kabupaten Kuantan Singingi ibu PRIHASNi,S.Ag, M.Pd, Kepala Desa Pulau Godang Kari, pengurus FKDT/ KKMDTA Kecamatan Kuantan Tengah dan Kepala serta Guru MDTA se Kec. Kuantan Tengah.
Pertemuan dibuka oleh MC ( MUSLIADI, S.Pd.I). Selanjutnya pembacaan doa dipimpin oleh Bapak H. Maryulis Qodi sebagai Kepala MDTA Nurul Falah Sitorajo Kari, dilanjutkan dengan arahan Kades Pulau Godang Kari atau yang mewakili ( EPON ). Beliau menyampaikan apapun kelebihan yang ada di MDTA lain agar dibawa ke MDTA kami ini, apa yang baik dari kami silahkan di bawa pulang dan yang buruk ditinggalkan semoga acara/kegiatan ini selalu berjalan dan semakin mempererat tali silaturrahim antara kita semua yaitu Kepala dan majelis guru MDTA se Kecamatan Kuantan Tengah dengan Pemerintah desanya.
Acara dilanjutkan dengan arahan Kepala MDTA Nurul Hikmah Pulau Godang Kari ibuk Hj. Darnailis, S.Ag.
Selanjutnya arahan ketua FKDT Kecamatan Kuantan Tengah, menyatakan pertemuan kita ini sangat penting karena menyampaikan hasil rapat pengurus FKDT/KKMDTA Kec. se-Kabupaten dengan Kasi Pakis dan staf Kemenag Kabupaten Kuansing yang dilaksanakan Rabu, 23 Juli 2020, diantaranya Yang pertama mengenai kegiatan Proses Belajar Belajar Mengajar ( PBM ) di MDTA selama pandemi covid-19, sebagaimana SKB 4 Menteri ( Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri ) menyatakan bahwa bagi wilayah zona hijau dibolehkan belajar dengan tatap muka asalkan mendapat persetujuan dari Pemerintah Daerah setempat melalui Dinas Pendidikan, Kementerian Agama dan berdasarkan persetujuan gugus tugas percepatan penanganan covid 19 setempat.
Bagi wilayah zona kuning, orange dan merah dilarang melakukan proses belajar mengajar dengan tatap muka dan tetap melanjutkan kegiatan Belajar Dari Rumah ( BDR ) sementara Kab. Kuantan Singingi masih zona kuning.
Di jelaskan Prihasni Jadi sistem belajar di MDTA Kabupaten Kuantan Singingi sekarang ini masih menggunakan daring atau luring dengan cara anak menjemput tugas atau pekerjaan ke sekolah dan diantar kembali ke sekolah tergantung jadwal dan kesepakatan orang tua dengan pihak sekolah. Ini berlaku untuk 7 Bidang Studi ( Fiqih, Aqidah Akhlak, Alquran, Hadist SKI dan Bahasa Arab ) dan untuk muatan lokal seperti mengaji, hafalan, praktek ibadah, dan muhadharah, itu dilakukan dengan daring atau memvideokan penampilan anak-anak dan dikirim melalui WA grup kelas masing-masing.
Prihasni melanjutkan, dengan anak belajar dari rumah tentu anak butuh buku paket / buku pedoman, kalau tidak ada buku paket dan buku pedoman, dengan apa anak akan belajar di rumah, oleh karena itu tentu anak mau tidak mau harus beli buku tapi tidak dipaksa karena kalau buku tahun kemarin masih bisa dipakai silahkan dipakai, kalau tidak bisa dipakai silahkan dibeli atau difotokopi tapi jangan ada keterpaksaan.
Acara dilanjutkan dengan pengisian data emis oleh ibu Endang, S.Pd.I sebagai Kepala MDTA Perumnas sekaligus sebagai operator Kabupaten untuk Madin dan operator Kecamatan untuk Emis.
Disampaikan beliau bahwa data emis itu sangat penting karena berhubungan dengan keberadaan MDTA kita di Provinsi Riau bahkan di pusat. Di Provinsi Riau sebanyak 3.852 MDTA yang baru terdaftar di pusat hanya 133 MDTA, di Kuantan Singingi dari 247 MDTA yang yang sudah terdaftar hanya 13 MDTA. Sedangkan kalau ada bantuan MDTA dari pusat, maka MDTA yang terdaftar lah yang akan diperioritaskan / diutamakan lebih dahulu mendapat bantuan tersebut. Nah untuk itu setiap MDTA wajib memiliki akun/email masing-masing dan passwordnya yang mudah di ingat. Link msk ke Data Emis :
"emispendis.kemenag.go.id/emis-pontren"Dalam Data Emis itu perlu diisi ada 3 macam :
1. Profil Lembaga 2. Data Guru 3. Data Murid. Diakhir acara, Prihasni berpesan dan menghimbau kepada semua kepala MDTA dan Guru MDTA se Kecamatan Kuantan Tengah agar mempercepat pengisian Data Emis tersebut. Bisa cepat mengapa harus lambat . tutup Prihasni. (N/R).