Mandau (Inmas) - Sempena peringat Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H di Pondok Pesantren Choirun Nur Jalan Bengkalis Balai Raja. Ustadz Priono mengajak Santri dan para guru memahami agama secara Moderat dan tidak tektualis. Senin (02/10/2023)
Dihadapan Pimpinan pondok pesantren Choirun Nur Ust Teguh, para santri dan guru, Priono mengajak kepada para santri untuk menunjukkan sikap beragama yang moderat.
Penyuluh agama bertugas sebagai agen moderasi, penjaga moral, dan penjaga akidah serta akhlak masyarakat. Tugas penyuluh agama tidak semata-mata hanya melaksanakan penyuluhan agama dalam arti sempit seperti pengajian atau ceramah saja, akan tetapi seluruh kegiatan baik berupa bimbingan maupun pengembangan.
"Moderat itu suatu keharusan sikap bagi para santri, yaitu moderat dalam arti cara pandang, sikap dan perilaku kita yang selalu untuk mengambil posisi berada di tengah-tengah, Moderasi beragama adalah proses memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, agar terhindar dari perilaku berlebih-lebihan dalam mengimplementasikannya”, pungkas beliau.
Ustadz Priono dalam ceramahnya menyampaikan bahwa Indonesia yang plural sangat dibutuhkan sikap yang moderat dalam beragama baik sesama pemeluk agama maupun antar pemeluk agama. Sebagai contoh ketika ada perbedaan diantara kita sesama umat beragama maka kita harus mampu berada di tengah-tengah dan bersikap menerima perbedaan yang ada.
Acara berlangsung dengan suasana santai ini dihadiri Pimpinan pondok Ustadz Teguh, seluruh santri dan majelis guru serta beberapa para tamu undangan.