0 menit baca 0 %

RAPAT RUTIN KKG PAI SD KAB. INHU KASI PAIS H. RAJUKI RIDWAN, S.Ag., MA LAKUKAN PEMBINAAN SEKALIGUS SERAHKAN SOAL UJIAN SEKOLAH

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Menindaklanjuti surat Pengurus Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI SD) Kabupaten Indragiri Hulu, Nomor: 04/KKG-PAI INHU/III/2023, Tanggal: 8 Maret 2023, Perihal: Undangan, maka pada hari Sabtu 11 Maret 2023, Kepala Seksi PAIS melakukan pembinaan pada Rapat Ru...

Indragiri Hulu, (Inmas). Menindaklanjuti surat Pengurus Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI SD) Kabupaten Indragiri Hulu, Nomor: 04/KKG-PAI INHU/III/2023, Tanggal: 8 Maret 2023, Perihal: Undangan, maka pada hari Sabtu 11 Maret 2023, Kepala Seksi PAIS melakukan pembinaan pada Rapat Rutin Bulanan KKG PAI SD Kab. Inhu, tempat di SDN 025 Sekip Hilir, Kecamatan Rengat.
Selanjutnya, Kasi PAIS menyerahkan Soal Ujian Sekolah Kelas 6 kepada Ketua KKG PAI Kecamatan Se-Kab. Inhu.
Terkait dengan juknis penilaian kelulusan mapel PAI berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor 604 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kelulusan Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti, Standar Kompetensi Lulusan (SKL) mengisyaratkan bahwa tujuan mata pelajaran PAI dan budi pekerti diarahkan tidak hanya untuk menjadikan peserta didik memahami tentang ajaran agama islam, namun yang lebih penting adalah menjadikan peserta didik memiliki sikap dan keterampilan beragama yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Didalam juknis tersebut memberikan arah kepada guru-guru PAI dan Budi Pekerti untuk lebih fokus menilai aspek penguasaan keterampilan keagamaan dan sikap beragama peserta didik, demikian disampaikan Kasi PAIS.
Untuk memberikan penilaian kelulusan bagi peserta didik, ada beberapa instrumen penilaian yang harus diperhatikan. Untuk keterampilan dan sikap beragama memiliki bobot penilaian sebesar 70 persen dan pengetahuan PAI memiliki bobot penilaian sebesar 30 persen. Kelulusan PAI tidak hanya mengerucut pengetahuan agama saja tapi dilihat dari ajaran-ajaran yang dibiasakan di sekolah, misalnya shalat, tilawah, bersosialisasi dengan teman-temannya. Hal tersebut bisa menjadi objek untuk dilihat menjadi penilaian kelulusan, tambah H. Rajuki Ridwan.(tulang)