Kuansing (Kemenag). Penyuluh Agama Islam KUA Pangean, Kasmaidi Ahmad, kembali melaksanakan rutinitas penyuluhan buta aksara Al Qur an di Mushalla Al Muhajirin, Desa Pembatang, Rabu malam (27/08/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak dan remaja setempat yang antusias belajar membaca Al Qur an secara bertahap.
Dalam penyampaiannya, Kasmaidi Ahmad menekankan pentingnya belajar Al Qur an sejak dini agar generasi muda tidak terjerumus pada buta aksara Al Qur an.
Membaca Al Qur an adalah pintu masuk untuk memahami agama. Jika anak-anak tidak bisa membaca Al Qur an, maka sulit bagi mereka memahami isi kandungannya, ungkapnya di hadapan peserta.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan membaca, tetapi juga membiasakan anak-anak mencintai Al Qur an.
Al Qur an harus kita jadikan pedoman hidup, oleh karena itu belajar sejak dini akan lebih mudah dan membekas kuat dalam ingatan, tambahnya.
Salah seorang orang tua yang mendampingi anaknya mengaku bersyukur dengan adanya rutinitas ini.
Kami berterima kasih kepada penyuluh yang sabar membimbing anak-anak kami. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi Qur ani, ucapnya.
Rutinitas ini dilaksanakan secara berkesinambungan setiap pekan dengan harapan mampu mencetak generasi yang tidak hanya pandai membaca, tetapi juga mengamalkan isi Al Qur an dalam kehidupan sehari-hari. (ABN)