0 menit baca 0 %

Saat Pantau ANBK, Kasi Penmad Kemenag Rohil Ucapkan Selamat Berjuang

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas)- Kepala Seksi Pendidikan Madrasah M. Syafri Johan, S.Ag, M.Pd.I dan seluruh JFU Seksi Pendidikan Madrasah Ributi Dewi Kartini, S.Ag, Azmi Azim, S.Ag, M.Pd.I, Indrawati S.Pd.I dan Rusanti, S.Pd.I monitoring di hari k-2 dan hari ke-3 pelaksanaan ANBK di beberapa madrasah di Kabupat...

Rokan Hilir (Inmas)- Kepala Seksi Pendidikan Madrasah M. Syafri Johan, S.Ag, M.Pd.I dan seluruh JFU Seksi Pendidikan Madrasah Ributi Dewi Kartini, S.Ag, Azmi Azim, S.Ag, M.Pd.I, Indrawati S.Pd.I dan Rusanti, S.Pd.I monitoring di hari k-2 dan hari ke-3 pelaksanaan ANBK di beberapa madrasah di Kabupaten Rokan Hilir meliputi Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Sinaboi, Rimba Melintang, Tanah Putih Tanjung Melawan, Tanah Putih, Bangko Pusako, Balai Jaya, Bagan Sinembah dan Bagan sinembah Raya, Selasa dan Rabu (20-21/9/2022).

M. Syafri Johan menjelaskan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) sebagai upaya pemerintah dalam mengetahui pemetaan tingkat kualitas suatu madrasah.

"ANBK 2022 merupakan program penilaian mutu madrasah, sekolah, dan program kesetaraan di jenjang dasar dan menengah," jelas Syafri Johan.

Beliau juga menambahkan bahwa salah satu instrumen yang digunakan di ANBK adalah Numerasi dan Survei Lingkungan Belajar yakni meliputi kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia. 

"Dalam penilaian ANBK ini tidak hanya menilai kemampuan siswa, namun juga dilakukan penilaian pada Kepala Madrasah dan Guru sebagai komponen," tambah Syafri Johan lagi.

Adapun jenis soal yang disediakan adalah soal pilihan ganda, dan untuk anak-anak diucapkan 'selamat ujian, selamat bernalar dalam menjawab soal dan selamat berjuang'.

Sementara itu dalam pelaksanaan ANBK yang terpantau semua madrasah menggunakan metode semi online yang seharusnya tersedia dua metode yakni online dan semi online, hal ini disebabkan oleh seluruh madrasah yang pantau.

"Kita khawatir jika dilaksanakan secara online akses langsung akan terganggu jika jaringan Internet tidak bersahabat," papar Syafri Johan menutup pembicaraan. (AjdSyaheed)