0 menit baca 0 %

Sambangi Kemenag, Kemenkes Bahas Istitha’ah Kesehatan Jemaah Haji

Ringkasan: Jakarta (PHU) Pusat Kesehatan Haji (Puskes Haji) Kementerian Kesehatan melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama. Kunjungan ini merupakan  koordinasi lanjutan bersama dengan Kementerian Agama berkaitan dengan standarisasi jemaah jelang k...

Jakarta (PHU)—Pusat Kesehatan Haji (Puskes Haji) Kementerian Kesehatan melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama. Kunjungan ini merupakan  koordinasi lanjutan bersama dengan Kementerian Agama berkaitan dengan standarisasi jemaah jelang keberangkatan haji 1444H/2023M.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Liliek Marhaendro mengatakan kunjungannya ke Kantor Kemenag adalah untuk mengetahui data jemaah haji yang akan diberangkatkan pada tahun 1444H/2023M ini.

“Dari sisi kesehatan, kami harapkan kepastian jemaah yang nanti akan diberangktakan mengingat sebagian besar jemaah berkebutuhan khusus (risiko tinggi dan lanjut usia),” kata Liliek di Jakarta. Rabu (18/1/2023).

Puskes sendiri kata Liliek juga sudah berdiskusi dengan pakar-pakar kesehatan terkait jemaah haji yang akan diberangkatkan, sehingga Istitha’ah kesehatannya dapat segera dirumuskan.

“Pada dasaranya mereka menyarankan jemaah yang bisa diberangkatkan adalah yang bisa melayani kebutuhannya secara mandiri,” terangnya.

Ditambahkan Liliek, kedatanganya ke Ditjen PHU Kemenag ini adalah juga ingin mengetahui informasi jemaah haji lebih awal. Ini disebabkan karena Kemenkes harus memberikan pembinaan kesehatan lebih spesifik kepada jemaah.

“Kami ingin ada informasi terkait jemaah lebih awal supaya kami bisa memberikan pembinaan kesehatan yang lebih spesifik Sehingga kita tidak repot disana (Tanah Suci),” ujarnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief mengapresiasi Pemerintah Arab Saudi yang telah menetapkan kuota jemaah Indonesia sebesar 221.000. Terkait kesehatan jemaah, ia meminta Kemenkes mempunyai standarisasi screening kesehatan untuk jemaah haji.

“Alhamdulillah pada haji tahun ini, euforia masyarakat luas terutama lansia cukup besar. Banyak harapan yang kami tampung. Karena waktu persiapan dan keberangkatan yang sudah cukup dekat, kami perlu tahu bagaimana standarisasi screening kesehatan jemaah. Apakah perlu ke level tinggi atau sampai sedang saja?,” ungkap Hilman 

Dirinya menyampaikan proses update jemaah haji berhak berangkat sedang dalam proses, untuk itu sinergi dan kolaborasi antar kementerian atau lembaga harus dijalankan secara intens sehingga proses persiapan haji yang dilakukan dapat berjalan lancar sesuai dengan timeline dan tugasnya masing-masing.