Dumai (Inmas) - Dalam rangka
menyambut Hari Amal Bhakti (HAB) Ke-77 Kementerian Agama, Kantor Kementerian
Agama Kota Dumai menggelar jalan santai bertajuk Jalan Sehat Kerukunan pada
hari Kamis, 12 Januari 2023.
Kegiatan ini mengambil trek jalan
Jakolin jalur utama Bukit Datuk Lama, Kelurahan Bukit Datuk. Acara ini diikuti
lebih dari 300 peserta.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota
Dumai Drs. H. Alfian, M.Ag menyampaikan, dalam rangka menyambut HAB Ke-77,
Kemenag Dumai bersama FKUB Kota Dumai ingin menguatkan persaudaraan dan kerukunan
antar masyarakat dilingkungan Kementerian Agama Kota Dumai.
“Kami ingin menguatkan kerukunan
sekaligus berbagi kebahagian bersama keluarga besar Kementerian Agama Kota
Dumai, salah satunya melalui acara jalan santai ini,” kata H. Alfian.
Pria yang pernah menjabat Kepala
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar ini menyampaikan apresiasi kepada
keluarga besar Kementerian Agama Kota Dumai berserta jajaran dan tamu undangan
yang turut serta memeriahkan acara HAB Kementerian Agama ini.
“Semoga Kementerian Agama dapat
terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Karena kita tahu
bahwa layanan Kementerian Agama telah sampai ke daerah terpencil,” ujarnya.
Ketua FKUB Kota Dumai Drs. H.
Ismail Abas, MA, yang turut hadir dalam kegiatan ini berharap Kementerian Agama
terus menjadi lembaga yang senantiasa merekatkan kerukunan antar umat beragama.
“Dirgahayu untuk keluarga besar
Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama Kota Dumai
semoga terus menjadi pelayan umat serta rukun dan Indonesia semakin hebat
sesuai tema Hari Amal Bhakti,” katanya.
Jalan santai merupakan salah satu
kegiatan dalam menyambut HAB Ke-77. Sebelumnya, Kemenag Dumai juga menggelar
beberapa kegiatan lainnya. Puncak HAB Ke-77, telah dilaksanakan upacara bendera
pada hari Selasa, 3 Januari 2023 di Rokan Hulu Tingkat Provinsi Riau sedangkan
Tingkat Kota Dumai dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Januari 2023 di MTsN 2
Kota Dumai.
Dengan diadakannya jalan sehat
kerukunan ini, semoga Indonesia terus damai, aman dan sejahtera. Karena, dengan
banyaknya keragaman yang ada, Indonesia harus sama-sama saling memiliki sikap
toleransi. Karena jika tidak, sikap fanatic akan membawa petaka. Tentu ini
sangat bahaya. (Arief)