Rokan Hulu ( Inmas ) – Tepat pada Hari Jumat pagi, (31/07) masyarakat tumpah ruah menghadiri pelaksanaan shalat Idul adha dari anak sampai orang dewasa di masjid Muhajirin kompleks Pemda pasir pengaraian kecamatan rambah Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Dikesempatan tersebut, H. Rahmat Taufik, Lc ME.Sy selaku Ka.KUA Tambusai didaulat sebagai Khatib Idul Adha 1441 H/ 2020 M.
Adapun isi khutbah Ka KUA yang pernah menimba ilmu di Timur Tengah ini adalah :
Hari ini, TAKBIR kembali digemakan, tanda syukur NIKMAT UMUR masih diberikan, bagaimana dapat mensyukuri nikmat sehat, nikmat harta dan nikmat anak kalau NIKMAT UMUR sudah tiada, NIKMAT UMUR itu disyukuri dengan ber TAKBIR, sedangkan nikmat sehat, harta dan anak dengan ucapan Alhamdulillah.
Maka ketika kita mendapatkan NIKMAT besar dalam pandangan kita, disamping mengucapkan Alhamdulillah disunnahkan mengucapkan Allahuakbar.
Hari ini, kita diingatkan kembali kepada sosok manusia pencari kebenaran, keberadaan TUHAN yang layak disembah, dan sifatnya yang berhak dituhankan, dari kisah inilah lahirnya SIFAT 20, yang layak bagi tuhan yang disembah secara AKAL manusia. Maka, wajib bagi AKAL menerimanya apabila 20 SIFAT ini ada pada sesuatu maka WAJIB ia dituhankan dan disembah.
Sosok manusia agung itu adalah NABI Ibrahim. Ketika ia melihat bulan ia katakan inilah Tuhanku, ketika bulan itu hilang dengan datangnya siang, ia katakan : tak mungkin Tuhanku hilang. Ketika melihat matahari, ini Tuhanku , ini lebih besar , takkala matahari hilang dengan datangnya malam, ia katakan ; tak mungkin Tuhanku hilang.
Dari dialog nabi Ibrahim dengan akal dan dirinya, lahir SIFAT PERTAMA , bahwa Tuhan yang layak dijadikan tuhan wajib mempunyai sifat WUJUD artinya ADA, mustahil ia tiada , apabila sesuatu itu kadang ada dan kadang tiada , maka tak layak dijadikan tuhan, termasuk didalamnya bulan dan matahari.
Setelah menetapkan secara akal bahwa Tuhan yang wajib disembah itu harus bersifat WUJUD, maka WUJUD nya tidak boleh didahului oleh sesuatu apapun, apabila didahului oleh sesuatu maka sesuatu yang mendahului nya lebih hebat dari padanya, maka WAJIB secara akal WUJUD tuhan yang layak disembah itu harus bersifat QIDAM artinya dahulu tak ada yang mendahului nya.
Hari ini, Kita diingatkan kembali sosok seorang anak yang percaya dan yakin kepada kedua orang tuanya, sehingga melahirkan sifat taat dan patuh tanpa ragu apa yang diminta sang ayah dilakukan dengan penuh kesabaran, Ialah nabi Ismail nyawanya pun diberikan kepada ayahnya walaupun perintah itu melalui mimpi ; sesuatu yang tak bisa dibuktikan secara kasat mata.
Berapa banyak hari ini , anak tidak lagi percaya kepada orang tuanya sehingga muncul sifat pembangkang. Dan perintah yang sudah jelas terang manfaatnya didepan mata, sang anak pun tidak mengindahkannya disebabkan perintah itu ayahnya dibunuhnya jangankan memberikan nyawanya.
Hari ini, Kita diingatkan kembali sosok seorang istri yang yakin dan percaya kepada suaminya, dengan keyakinannya kepada suaminya itu melahirkan sifat tangguh, setia dan sabar. Ketika diminta untuk menetap di lembah tak berpenghuni, dengan iman ia katakan iya tanpa ragu karena tak mungkin suaminya menyia-nyiakannya. Ialah bunda Siti Hajar, karena kesabaran dan ketaatannya kepada suaminya dicatat dalam lembaran sejarah umat manusia sampai hari kiamat. Dan tempat lari-lari kecilnya antara shofa dan marwa sampai hari kiamat akan ditapaki oleh hamba-hamba yang beriman kepada Allah.
Hari ini, Kita diingatkan dengan kisah tiga sosok diatas, untuk mengambil iktibar dan contoh, diantara nya ;
1. Keyakinan dan kepercayaan kepada Allah tiada batas
2. Ketaatan dan kepatuhan kepada Allah tiada batas
3. Kesabaran dan keikhlasan untuk Allah tiada batas
4. Landasan berbuat dan bertindak atas nama Allah dan syariatnya
5. Kekuatan dan kehebatan manusia tiada batas apabila dilandasi iman dan takwa kepada Allah.
Seluruh jamaah mendengarkan dengan seksama. Setelah khutbahidul adha, dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban.***(Eel)