0 menit baca 0 %

Sampaikan Materi Moderasi Beragama, Junaidi Dasrul : 'Peran penyuluh Agama tidak hanya sebatas sebagai juru dakwah'

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas) - Penyuluh Agama Islam sekarang ini berhadapan dengan suatu kondisi masyarakat yang berubah dengan cepat. Semakin canggih teknologi semakin merubah gaya hidup masyarakat membuka peluang konflik dalam berbagai hal termasuk agama.Berdasarkan permasalahan tersebut, Junaidi Dasrul,S.

Rokan Hilir (Inmas) - Penyuluh Agama Islam sekarang ini berhadapan dengan suatu kondisi masyarakat yang berubah dengan cepat. Semakin canggih teknologi semakin merubah gaya hidup masyarakat membuka peluang konflik dalam berbagai hal termasuk agama.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Junaidi Dasrul,S.AP seorang Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Bangko, dalam kajian-kajiannya senantiasa meyampaikan materi tentang Moderasi Beragama.

Bertempat di rumah salah seorang warga Km.21 Menggala Sakti Kecamatan Tanah Putih, Ahad malam (18/12/2022), Junaidi menyampaikan materi Obsesi (Obrolan Seputar Moderasi).

Menurut Junaidi, Penyuluh Agama Islam harus lebih memaksimalkan perannya sebagai penyuluh agama dalam rangka menciptakan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk menciptakan moderasi berama.

"Peran penyuluh agama tidak hanya sebatas sebagai juru dakwah, melainkan juga berperan sebagai pendidik, konseling, komunikator yang memiliki pengaruh besar dalam masyarakat," tandas Junaidi.

Junaidi juga mengatakan, Moderasi beragama menjadi salah satu program prioritas jangka menengah Pemerintah pada tahun 2020-2025. Hal ini karena dalam kehidupan sosial keagamaan sangat diwarnai oleh politik identitas dan intoleransi memecah belah, juga menurunnya ideologi wawasan kebangsaan.

Disampaikan Junaidi pada pengajian rutin binaannya tersebut tentang Penguatan Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan, ia menekankan beberapa poin penting. Diantaranya perihal urgensitas moderasi beragama dalam pembangunan.

“Mari kita ciptakan kehidupan  harmoni sosial kemasyarakatan. Dengan heterogenitas masyarakat Kabupaten Rokan Hilir, baik dari suku, ras maupun aliran agama merupakan fakta sosial yang harus kita kelola dengan baik," ucap Junaidi dalam penyampaian kajiannya.

Di sisi lain, Babang Ustadz sapaan akrab Ayah dengan 3 orang anak tersebut menjabarkan, bahwa agama merupakan perekat persatuan dan kesatuan. Maka dari itu, sudah seyogyanya bagi kita untuk berpartisipasi aktif dalam memupuk nasionalisme.

“Agama sebagai sumber inspirasi bukan sumber aspirasi akan memiliki fungsi sebagai perekat persatuan dan persatuan. Moderasi beragama akan menimbulkan sikap inklusif dan toleran anggota masyarakat sebagai modal membangun Kabupaten Rokan Hilir,” ujarnya.

“Salah satu modal terpenting dalam pembangunan di Kabupaten Rokan Hilir adalah stabilitas sosial. Keragaman masyarakat Kabupaten Rokan Hilir menjadi modal sosial pembangunan yang sangat vital, sehingga terwujudnya ummatan washatan,” pungkasnya dalam pengajian bertema “Moderasi Beragama Sebagai Perekat Persatuan dan Kesatuan”. (AjdSyaheed)