Pelalawan (Inmas) - Di tengah situasi krisis yang memilukan di Palestina, solidaritas global terus bersemi. Di Desa Tanjung Kuyo, Kecamatan Pangkalan Lesung, sebuah aksi unik dan mengharukan dilakukan oleh santri MTsS Miftahul Ulum. Pada hari Jumat, kelompok santri tersebut menyelenggarakan sholat gaib yang dihadiri oleh ratusan orang dari berbagai kalangan.
Dengan penuh khusyu', para santri tersebut berdiri dalam barisan yang teratur di halaman madrasah. Di tengah suasana hening, suara bacaan Al-Qur'an mengalun indah, menciptakan atmosfer yang sarat makna dan doa yang tulus untuk saudara-saudara mereka yang terjebak dalam kekerasan di Palestina.
Tujuan dari sholat gaib ini adalah sebagai wujud solidaritas dan dukungan moril kepada rakyat Palestina yang sedang mengalami penderitaan. Ia menekankan pentingnya doa sebagai senjata utama bagi umat Islam dalam menghadapi cobaan dan kesulitan.
Para santri yang ikut serta dalam sholat gaib juga menuliskan pesan-pesan solidaritas dan semangat di atas kertas putih, yang kemudian diserahkan kepada perwakilan lembaga kemanusiaan yang akan meneruskannya ke Palestina. Mereka mengungkapkan harapan agar kedamaian segera menyapa tanah suci tersebut, serta agar saudara-saudara mereka di sana diberikan kekuatan untuk tetap tegar menghadapi ujian yang menimpa.
Acara sholat gaib ini juga dihadiri oleh tokoh agama setempat, serta beberapa perwakilan dari lembaga swadaya masyarakat yang peduli terhadap konflik Palestina. Mereka menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya perdamaian global dan mengimbau masyarakat untuk tetap saling berdoa dan memberikan bantuan sebisa mungkin bagi saudara-saudara seiman di Palestina.
Di akhir acara, suasana haru dan semangat kebersamaan terpancar jelas dari wajah-wajah para peserta. Mereka meninggalkan tempat dengan harapan yang sama, bahwa keadilan dan perdamaian akan segera menyelimuti bumi Palestina. Solidaritas dari pelosok desa tersebut diharapkan dapat memberikan semangat dan harapan bagi rakyat Palestina yang tengah berjuang menghadapi cobaan berat.
#inmaskemenagpelalawan