0 menit baca 0 %

Sebanyak 330 Guru Madrasah Tingkat RA, MI, MTs dan MA Se-Kabupaten Bengkalis Ikuti Bimtek IKM Tahun Ajaran 2023/2024

Ringkasan: Bengkalis (Inmas) - Guna mengoptimalkan Implementasi Kurikulum Merdeka yang difasilitasi melalui Platform Merdeka Mengajar, sebanyak 330 Guru Madrasah di tingkat RA, MI, MTs dan MA se-Kabuapten Bengkalis melaksanakan dan mengikuti Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka (Bimtek IKM) selama d...

Bengkalis (Inmas) - Guna mengoptimalkan Implementasi Kurikulum Merdeka yang difasilitasi melalui Platform Merdeka Mengajar, sebanyak 330 Guru Madrasah di tingkat RA, MI, MTs dan MA se-Kabuapten Bengkalis melaksanakan dan mengikuti Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka (Bimtek IKM) selama dua hari semenjak hari Selasa 25 Juli 2023  s/d Rabu 26 Juli 2023 di Aula Hotel Susuka Kota Duri.

 

Kegiatan Bimtek IKM dibuka secara resmi oleh Kepala Subdirektorat Bidang Kurikulum Dr. H. Suwardi, M.Pd dan Plt. Kanwil Kemenag Provinsi Riau Dr. H. Muliardi, M.Pd. melalui zoom meeting dengan diikuti pula oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis H. Khaidir didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H.Lukman, S.Si,.MA serta seluruh perserta Bimtek.  

 

Dalam arahannya Dr. Suwardi, M.Pd mengatakan “Mari jadikan momentum ini sebagai langkah awal, serentak bergerak untuk wujudkan pembelajaran berkualitas bagi semua bersama Kurikulum Merdeka, ini akan menjadi tolak ukur bagi madrasah kita saat ini, dan kegiatan yang kita ikuti hari ini terlihat sangat serius, dapat dilihat dari kegiatan yang dilaksanakan dihotel yang berkelas dan terlihat sangat meriah"

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis H.Khaidir menjelaskan "Kurikulum Merdeka dapat diterapkan di semua satuan pendidikan dan di semua daerah dengan berbagai kondisi. Satuan pendidikan agar memahami betul kebijakan ini secara komprehensif,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H. Lukman menambahkan “Bahwa dengan proses pembelajaran yang lebih fleksibel, idealnya Kurikulum Merdeka dapat dan harus disesuaikan dengan fasilitas yang dimiliki, visi misi sekolah, serta sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik, dan melaporkan seluruh jumlah peserta yang hadir pada kegiatan dimaksud”.

 

Teknis pelaksanaan Bimtek IKM ini dari 330 Guru madrasah yang mengikuti akan dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama untuk tingkat MTs ditempatkan di aula lantai 4 Hotel Surya. Kelompok kedua untuk tingkat MI ditempatkan di aula hotel Susuka. Kelompok ketiga untuk tingkat RA  ditempatkan di aula lantai 1 Hotel Surya RA, dan kelompok keempat untuk tingkat MA dilaksanakan di aula hotel Susuka Duri

 

Sebagai pengetahuan bersama bahwa kurang lebih 151 ribu satuan pendidikan di Indonesia yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Hal ini dapat dilakukan melalui platform merdeka belajar dalam melakukan pendaftaran kurikulum merdeka dengan fasilitas yang lebih praktis. Selain itu juga pendaftaran Implementasi Kurikulum Merdeka hanya dapat dilakukan melalui akun belajar.id yang dimiliki oleh kepala satuan pendidikan. Informasi lengkap seputar alur pendaftaran dapat diakses melalui: bit.ly/AlurPendaftaranKM.

 

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Kurikulum Merdeka dikembangkan untuk memberikan fleksibilitas dan dukungan bagi pendidik dalam bergotong royong menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pelajar dan kondisi satuan pendidikan, yang ini semua dijadikan bahan bimbingan teknis oleh narasumber yang dihadirkan dari TIM IKM KSKK NASIONAL, ada Dr.Kartini, S.Ag,.M.Pd, Arnie Rieska Amanda, S.Pd, Sofar Salahudin Zufri, M.Pd.

 

Terdapat tiga pilihan yang dapat diputuskan satuan pendidikan tentang implementasi Kurikulum Merdeka, yaitu 1) menerapkan beberapa bagian Kurikulum Merdeka tanpa mengganti kurikulum yang sedang diterapkan, 2) menerapkan Kurikulum Merdeka dengan perangkat ajar yang telah disiapkan, serta 3) menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar.

 

Merujuk pada kebijakannya, Implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri merupakan pilihan bagi satuan pendidikan berdasarkan kesiapan masing-masing. Pilihan pertama adalah Mandiri Belajar di mana satuan pendidikan menggunakan struktur Kurikulum 2013 dalam mengembangkan kurikulum satuan pendidikannya dan menerapkan beberapa prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen.

 

Pilihan kedua adalah Mandiri Berubah di mana satuan pendidikan menggunakan struktur Kurikulum Merdeka dalam mengembangkan kurikulum satuan pendidikannya dan menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen. Pilihan ketiga adalah Mandiri Berbagi di mana satuan pendidikan menggunakan struktur Kurikulum Merdeka dalam mengembangkan kurikulum satuan pendidikannya dan menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen, dengan komitmen untuk membagikan praktik-praktik baiknya kepada satuan pendidikan lain.

 

Berbagi pengalaman dari salah satu peserta Ibu Sumiati, S.Pd.I dari MTsS Al Khairiyah Pambang Baru Kecamatan Bantan salah satu pendidik yang telah memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar untuk mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di satuan pendidikannya menanyakan kepada narasumber terkait “Apakah perbedaan dan persamaan kurikulum merdeka dengan kurikulum sebelumnya”.

 

Narasumber menjawab “Hal itu membuat banyak perubahan pada saya sebagai guru madrasah, salah satunya dalam melakukan pembelajaran yang berdiferensiasi kepada murid. Kita dapat dengan mudah mendapatkan referensi perangkat ajar dan bisa langsung bisa kita terapkan, tinggal kita pilih saja mana perangkat ajar yang paling menarik dan sesuai dengan kebutuhan murid kita masing masing sesuai dengan esensi Kurikulum Merdeka,” ungkapnya.