Bengkalis (Inmas) - Guna
mengoptimalkan Implementasi Kurikulum Merdeka yang difasilitasi melalui
Platform Merdeka Mengajar, sebanyak 330 Guru Madrasah di tingkat RA, MI, MTs
dan MA se-Kabuapten Bengkalis melaksanakan dan mengikuti Bimbingan Teknis Implementasi
Kurikulum Merdeka (Bimtek IKM) selama dua hari semenjak hari Selasa 25 Juli
2023 Â s/d Rabu 26 Juli 2023 di Aula Hotel
Susuka Kota Duri.
Â
Kegiatan Bimtek IKM dibuka
secara resmi oleh Kepala Subdirektorat Bidang Kurikulum Dr. H. Suwardi, M.Pd
dan Plt. Kanwil Kemenag Provinsi Riau Dr. H. Muliardi, M.Pd. melalui zoom
meeting dengan diikuti pula oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Bengkalis H. Khaidir didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H.Lukman,
S.Si,.MA serta seluruh perserta Bimtek. Â
Â
Dalam arahannya Dr. Suwardi,
M.Pd mengatakan “Mari jadikan momentum ini sebagai langkah awal, serentak
bergerak untuk wujudkan pembelajaran berkualitas bagi semua bersama Kurikulum
Merdeka, ini akan menjadi tolak ukur bagi madrasah kita saat ini, dan kegiatan
yang kita ikuti hari ini terlihat sangat serius, dapat dilihat dari kegiatan
yang dilaksanakan dihotel yang berkelas dan terlihat sangat meriah"
Â
Kepala Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Bengkalis H.Khaidir menjelaskan "Kurikulum Merdeka dapat
diterapkan di semua satuan pendidikan dan di semua daerah dengan berbagai
kondisi. Satuan pendidikan agar memahami betul kebijakan ini secara
komprehensif,” tegasnya.
Â
Lebih lanjut, Kepala Seksi
Pendidikan Madrasah H. Lukman menambahkan “Bahwa dengan proses pembelajaran
yang lebih fleksibel, idealnya Kurikulum Merdeka dapat dan harus disesuaikan
dengan fasilitas yang dimiliki, visi misi sekolah, serta sesuai dengan
kebutuhan belajar peserta didik, dan melaporkan seluruh jumlah peserta yang
hadir pada kegiatan dimaksud”.
Â
Teknis pelaksanaan Bimtek IKM
ini dari 330 Guru madrasah yang mengikuti akan dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok
pertama untuk tingkat MTs ditempatkan di aula lantai 4 Hotel Surya. Kelompok
kedua untuk tingkat MI ditempatkan di aula hotel Susuka. Kelompok ketiga untuk
tingkat RA Â ditempatkan di aula lantai 1 Hotel
Surya RA, dan kelompok keempat untuk tingkat MA dilaksanakan di aula hotel
Susuka Duri
Â
Sebagai pengetahuan bersama
bahwa kurang lebih 151 ribu satuan pendidikan di Indonesia yang telah
mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Hal ini dapat dilakukan melalui platform
merdeka belajar dalam melakukan pendaftaran kurikulum merdeka dengan fasilitas
yang lebih praktis. Selain itu juga pendaftaran Implementasi Kurikulum Merdeka
hanya dapat dilakukan melalui akun belajar.id yang dimiliki oleh kepala satuan
pendidikan. Informasi lengkap seputar alur pendaftaran dapat diakses melalui:
bit.ly/AlurPendaftaranKM.
Â
Kurikulum Merdeka merupakan
kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan
lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep
dan menguatkan kompetensi. Kurikulum Merdeka dikembangkan untuk memberikan
fleksibilitas dan dukungan bagi pendidik dalam bergotong royong menciptakan
pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pelajar dan kondisi
satuan pendidikan, yang ini semua dijadikan bahan bimbingan teknis oleh
narasumber yang dihadirkan dari TIM IKM KSKK NASIONAL, ada Dr.Kartini,
S.Ag,.M.Pd, Arnie Rieska Amanda, S.Pd, Sofar Salahudin Zufri, M.Pd.
Â
Terdapat tiga pilihan yang
dapat diputuskan satuan pendidikan tentang implementasi Kurikulum Merdeka,
yaitu 1) menerapkan beberapa bagian Kurikulum Merdeka tanpa mengganti kurikulum
yang sedang diterapkan, 2) menerapkan Kurikulum Merdeka dengan perangkat ajar
yang telah disiapkan, serta 3) menerapkan Kurikulum Merdeka dengan
mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar.
Â
Merujuk pada kebijakannya, Implementasi
Kurikulum Merdeka secara mandiri merupakan pilihan bagi satuan pendidikan
berdasarkan kesiapan masing-masing. Pilihan pertama adalah Mandiri Belajar di
mana satuan pendidikan menggunakan struktur Kurikulum 2013 dalam mengembangkan
kurikulum satuan pendidikannya dan menerapkan beberapa prinsip Kurikulum
Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen.
Â
Pilihan kedua adalah Mandiri
Berubah di mana satuan pendidikan menggunakan struktur Kurikulum Merdeka dalam
mengembangkan kurikulum satuan pendidikannya dan menerapkan prinsip-prinsip
Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen. Pilihan ketiga
adalah Mandiri Berbagi di mana satuan pendidikan menggunakan struktur Kurikulum
Merdeka dalam mengembangkan kurikulum satuan pendidikannya dan menerapkan
prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen, dengan
komitmen untuk membagikan praktik-praktik baiknya kepada satuan pendidikan
lain.
Â
Berbagi pengalaman dari salah
satu peserta Ibu Sumiati, S.Pd.I dari MTsS Al Khairiyah Pambang Baru Kecamatan
Bantan salah satu pendidik yang telah memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar
untuk mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di satuan pendidikannya menanyakan
kepada narasumber terkait “Apakah perbedaan dan persamaan kurikulum merdeka dengan
kurikulum sebelumnya”.
Â
Narasumber menjawab “Hal itu
membuat banyak perubahan pada saya sebagai guru madrasah, salah satunya dalam
melakukan pembelajaran yang berdiferensiasi kepada murid. Kita dapat dengan
mudah mendapatkan referensi perangkat ajar dan bisa langsung bisa kita
terapkan, tinggal kita pilih saja mana perangkat ajar yang paling menarik dan
sesuai dengan kebutuhan murid kita masing masing sesuai dengan esensi Kurikulum
Merdeka,” ungkapnya.