0 menit baca 0 %

Sederetan Penyuluh Agama Kemenag Ikut Kepengurusan DMI Rohil, Junaidi Dasrul : ' Ruang yang diisi Penyuluh sama dengan ruang yang diisi DMI'

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas) Masjid dan kepengurusannya merupakan otoritas mikro yang dapat mengisi ruang publik dalam masyarakat dalam berbagai skala. Segala keputusan dari takmir ikut mempengaruhi aktivitas keagamaan, baik ibadah mahdoh maupun ghoiru mahdoh.Dewan Masjid Indonesia (DMI) salah satunya,  mer...

Rokan Hilir (Inmas) – Masjid dan kepengurusannya merupakan otoritas mikro yang dapat mengisi ruang publik dalam masyarakat dalam berbagai skala. Segala keputusan dari takmir ikut mempengaruhi aktivitas keagamaan, baik ibadah mahdoh maupun ghoiru mahdoh.

Dewan Masjid Indonesia (DMI) salah satunya,  merupakan wadah atau lembaga yang setidaknya mampu menjadi otoritas keagamaan tersebut, menjadi jembatan informasi dan kebijakan antara Ulama' dan Umaro'. Di Kementerian Agama juga ada elemen seperti itu yakni penyuluh agama yang memilki  peran sebagaimana DMI tersebut.

"Itu artinya ruang yang diisi DMI sama dengan ruang yang diisi penyuluh agama Islam sebagai refleksi dari tugas dan peran untuk menyampaikan program pemerintah kepada masyarakat dalam bahasa agama," ucap Junaidi Dasrul,S.AP, seorang Penyuluh Agama Islam Non PNS yang bergabung di Kepengurusan DMI Rokan Hilir, saat ditemui Inmas setelah selesai Pelantikan PD DMI Rokan Hilir di Gedung H.Misran Rais, Sabtu (3/12/2022).

“Para penyuluh harus mampu ambil peran dalam ruang publik di berbagai organisasi keagamaan dan organisasi kemasyarakatan, seperti DMI, MUI, LPTQ dan sebagainya, dalam berbagai tingkatan”, gagas Junaidi.

Hal ini senada dengan keinginan Kepala Kantor Kemenag Rokan Hilir Drs.H.Naini,M.Pd.I yang harapannya bukan hanya para penyuluh, tapi seluruh pegawai kemenag agar memiliki peran di masyarakat, minimal menjadi Ketua RT atau Takmir Masjid. Lecutan motivasi dari pimpinan itulah yang membuat para penyuluh agama, baik yang PNS maupun Non PNS.

Salah satunya dalam pelantikan DMI malam ini, nampak jelas para penyuluh terlibat dalam pengurus harian maupun mengisi ruang pada sejumlah bidang. 

“Beberapa penyuluh masuk sebagai pengurus”, tutur Kasi Bimas Islam H.Suhaimi,S.Ag yang hadir mewakili Kakankemenag.

“Kehadiran penyuluh sangat efektif dalam menggerakkan DMI”, sahut H.Suhaimi.

Semua peran tersebut sebenarnya selaras dengan imbauan Menag, Yaqut Cholil Qoumas  saat berpidato dalam HAB Kemenag di Jakarta, bahwa agama bukan dijadikan sebagai aspirasi, namun jadikan agama mampu menjadi inspirasi pembangunan. 

"Itu berarti peran penyuluh agama yang berada dalam kepengurusan DMI sangat penting dalam menunjang kualitas masyarakat dalam pembangunan," pungkas H.Suhaimi. (AjdSyaheed)