0 menit baca 0 %

SELAIN MENJADI PESERTA, KASI BIMAS ISLAM Drs. MUHAMMAD IHSAN PANDU DOA BERSAMA RAKOR DESIMINASI TINDAKLANJUT HASIL AUDIT STUNTING

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Stunting adalah gangguan pertumbuhan di mana anak tidak tumbuh tinggi seperti anak usianya atau disebut juga dengan kerdil akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu panjang. Beberapa faktor penyebab stunting antara lain: pernikahan dini; pola asuh keluarga balita/asupan maka...

Indragiri Hulu, (Inmas). Stunting adalah gangguan pertumbuhan di mana anak tidak tumbuh tinggi seperti anak usianya atau disebut juga dengan kerdil akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu panjang.
Beberapa faktor penyebab stunting antara lain: pernikahan dini; pola asuh keluarga balita/asupan makanan balita tidak tepat; ibu hamil dan remaja putri kurang gizi; jaminan pelayanan kesehatan, serta kurangnya akses sanitasi dan air bersih.
Sangat penting diupayakan percepatan penurunan stunting, karena stunting mempengaruhi perkembangan otak anak yang berdampak pada gagal tumbuh dan hambatan perkembangan kognitif dan motoric, dapat menurunkan produktivitas SDM pada masa 15 tahun mendatang, serta berdampak juga pada potensi kerugian ekonomi dari rendahnya produktivitas SDM. Maka, penurunan stunting membutuhkan kolaborasi multi-pihak dan lintas sektor, dimulai dengan penguatan kelembagaan pengelolaan stunting dari level pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa dan lembaga non-pemerintah yang terkait.
Menndaklanjuti surat Sekretaris Daerah Kab. Inhu Nomor: 800/DPPKB-KS, Tanggal: 04 Juli 2022, Hal: Undangan, maka pada hari Kamis 7 Juli 2022 Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kankemenag Kab. Inhu Drs. Muhammad Ihsan menghadiri acara sekaligus memandu doa bersama acara Desiminasi Tindak Lanjut Haisl Audit Stunting Tahun 2022, tempat: Auditorium Yopi Arianto Lantai IV Kantor Bupati Inhu.
Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Fahrul Rozi, M.Ph, dalam pemaparannya menyatakan bahwasanya stunting merupakan masalah terhadap perkembangan SDA, jika anak Indonesia lahir pendek ini merupakan ancaman bagi generasi ke depan terutama dalam menyonsong Indonesia Emas. Harapan presiden Jokowi agar pada tahun 2024 angka stunting di Kabupaten/Kota turun menjadi 14 persen. Berdasarkan hasil audit stunting di Kab. Inhu masih di perlukan kerja keras yang maksimal untuk mencapai target tersebut. Untuk mencapai target tersebut tentunya dengan dukungan dari seluruh pihak baik pemerintah maupun masyarakat.
Dalam sambutan Bupati Inhu yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi Umum, Ahmad Syukur, S. Sos.,  M. Si sangat mengapresiasi acara deseminasi tindak lanjut audit stunting yang telah dilaksanakan di desa maupun kelurahan lokasi fokus (locus) stunting tahun 2022.
Selanjutnya, Bupati Inhu menghimbau organisasi perangkat daerah, semua sektor dan pemangku kepentingan agar saling bahu membahu, bersinergi dan berkoordinasi dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kab. Inhu, demikian disampaikan Kasi Bimas Islam terkait dengan rakor yang diikutinya.(tulang)