0 menit baca 0 %

Semarakkan Ramadhan, Penyuluh Agama Road To School

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas) Banyak yang lupa, bercanda atau senda gurau yang dilontarkan oleh seseorang kerap kali menyinggung atau bahkan menyakiti perasaan orang lain. Inilah yang kemudian berujung pada perilaku yang disebut dengan nama bulliying.Menyikapi hal ini, Penyuluh Agama Islam Non PNS KUA Kecamat...

Rokan Hilir (Inmas) – Banyak yang lupa, bercanda atau senda gurau yang dilontarkan oleh seseorang kerap kali menyinggung atau bahkan menyakiti perasaan orang lain. Inilah yang kemudian berujung pada perilaku yang disebut dengan nama bulliying.

Menyikapi hal ini, Penyuluh Agama Islam Non PNS KUA Kecamatan Bangko, Junaidi Dasrul,S.AP menyampaikan pentingnya seseorang untuk tidak melakukan bulliying terhadap orang lain.

Hal tersebut disampaikan oleh Junaidi dalam acara Semarak Ramadhan 1444H/2023M Penyuluh Agama Road To School yang diselenggarakan di SMPN 1 Bangko, Kamis (13/4/2023).

“Membully adalah perilaku yang tidak baik, seperti membentak, memaki, mengucilkan, menghina, mengolok-olok, dan lainnya. Agama kita, Islam itu tidak memperbolehkan kita untuk membully orang lain,” ungkap Junaidi.

Melihat kasus-kasus yang sering melintas di media, aksi bulliying kerap kali terjadi di kalangan para siswa ataupun pelajar. Dan dalam hal ini sangat berdampak buruk terhadap korban/pelaku bullying.

Dalam penyampaiannya, Junaidi bertanya kepada para siswa. “Kalian pernah tidak dibully? kalau pernah, bagaimana rasanya? tidak enak kan? jadi seperti itu. Saya berharap anak-anak kami ini tidak ada yang suka membully temannya ya, karena itu adalah hal yang tidak baik,” serunya.

“Kalaupun selama ini ada yang suka membully temannya, tolong mulai nanti sampai seterusnya jangan diulangi lagi, ya. Sesama teman itu harus saling menyayangi, menghormati dan juga tolong-menolong,” pungkasnya. (BabangUst)