0 menit baca 0 %

SESUAI JADWAL LP2A KEC RENGAT BARAT, KASI PD. PONTREN SYAHRIL, S.Ag., MH BERTUGAS SELAKU KHATIB & IMAM SHALAT JUM’AT

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Berdasarkan jadwal yang disusun oleh Lembaga Pendidikan dan Pengamalan Agama Islam (LP2A) Kecamatan Rengat Barat, maka pada hari Jum at 1 Juli 2022, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Syahril,...

Indragiri Hulu, (Inmas). Berdasarkan jadwal yang disusun oleh Lembaga Pendidikan dan Pengamalan Agama Islam (LP2A) Kecamatan Rengat Barat, maka pada hari Jum’at 1 Juli 2022, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Syahril, S.Ag., M.H bertindak selaku Khatib sekaligus Imam Shalat Jum’at di Masjid At-Taqwa, Jalan Seminai, Kelurahan Pematang Reba, Kec. Rengat Barat. Tema/judul khutbah yang disampaikan Tiga Golongan Orang Yang Ikhlas Beramal Dalam Ajaan Islam.
Allah SWT tidak akan menerima amal ibadah seseorang yang dilakukan tanpa rasa ikhlas. Ikhlas artinya melaksanakan amal ibadah semata-mata demi mengharapkan ridha Allah SWT. Amal ibadah yang dilakukan seseorang akan dinilai Allah SWT berdasarkan keikhlasannya.
Ikhlas beramal menurut Islam, yakni:
1. Keikhlasan Ibad (Hamba Allah). Ikhlas dalam hal ini adalah seseorang ingin menyelamatkan dirinya dari penyakit riya atau iri hati atas amal yang dilakukannya, baik yang terlihat maupun tidak terlihat.
Orang-orang yang termasuk ke dalam golongan keikhlasan Ibad selalu menjalankan amal ibadah tertentu untuk dapat meraih sesuatu yang mereka inginkan.
2. Keikhlasan Muhibbin (Pecinta Allah). Dalam hal ini, seseorang beramal karena Allah dengan mengagungkan dan membesarkan nama-Nya. Itu karena Allah SWT berhak atas keagungan dan kebesaran tersebut.
3. Keikhlasan Arifin (Ahli Makrifat). Seseorang yang termasuk dalam golongan ini mampu menggerakkan dirinya untuk beramal sebagai bentuk kesaksian mereka atas keesaaan Allah. Mereka tidak melihat kekuatan dan daya untuk beramal pada dirinya sendiri. Dalam cara pandang mereka, amalan yang mereka lakukan dapat terlaksana karena kekuatan Allah. Bukan kekuatan yang berasal dalam diri mereka sendiri, demikian rangkaian khutbah yang disampaikan Kasi PD. Pontren.(tulang)