0 menit baca 0 %

SESUAI JADWAL, STAFF SEKSI PD. PONTREN KULTUM SANTAPAN ROHANI RAMADHAN DI MUSHALLA AL-IKHLAS KEMENAG INHU

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Bahwa dalam rangka untuk menambah pengetahuan maupun wawasan tentang agama Islam serta upaya peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta memperkuat jalinan silaturahim/kekeluargaan Aparatur Sipil Negara, Kantor  Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu taja...

Indragiri Hulu, (Inmas). Bahwa dalam rangka untuk menambah pengetahuan maupun wawasan tentang agama Islam serta upaya peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta memperkuat jalinan silaturahim/kekeluargaan Aparatur Sipil Negara, Kantor  Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu taja Kultum (Kuliah Tujuh Menit) Santapan Rohani Ramadhan 1443 H Jelang Shalat Dzuhur Berjamaah di Mushalla Al-Ikhlas Kankemenag Kab. Inhu.
Selasa 19 April 2022/17 Ramadhan 1443 H, sesuai dengan jadwal yang telah disusun oleh pengurus mushalla, maka Staff Seksi PD. Pontren Kankemenag Kab. Inhu atas naa Muhammad Syaifudin Ansori, S.H.I mengisi kuliah tujuh menit (kultum) santapan rohani ramadhan dengan judul “Hikmah Bulan Suci Ramadhan”.
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan. Allah SWT melipat gandakan setiap amal ibadah yang dijalani selama bulan Ramadhan. Sehingga bulan tersebut, menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan iman dan taqwa.
Puasa Ramadhan, manusia tidak hanya belajar tentang menahan dari lapar dan dahaga, akan tetapi melatih diri dari segela godaan kemaksiatan. Sehingga bulan Ramadhan dapat dijadikan sebagai momen pesucian jiwa (tazkiyah al-nafs).
Pada saat puasa Ramadhan kita dilarang untuk mendekati segala aktivitas yang dapat memunculkan syahwat. Seperti halnya berduaan dengan lawan jenis maupun berhubungan suami isteri saat siang hari. Oleh karena itu, momentum Ramadhan dapat melatih diri untuk mengendalikan dan  menahan syahwat.
Seseorang menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya maka secara alamiah akan membentuk sifat sabar di dalam dirinya. Karena saat berpuasa seseorang akan dilatih untuk menahan diri dari segala hal yang membatalkannya.
Demikian rangkaian kultum yang disampaikan M. Syaifuddin.(tulang)